Wednesday, July 24, 2013

I'm Traped with You

Title                        : I’m Traped
Cast                        : 2MIN
Support Cast         : Lee Jinki, Kim Keybum, Kim Jong In
Genre                     : Romance
Leight                     : Oneshoot (3733 kata)
Author                    : T.Y.M Yuhannie


Summary : 
Aku menemukanmu yang selalu saja menjadi malaikat di kehidupanku,, saat aku terpuruk dirimu selalu mengkuatkanku.. Hadirmu membuat hidupku berwarna.. Tetapi aku terperangkap pada janji masa lalu dengannya.. Janji yang akan kulakukan demi dia.. Apapun itu... Dan kini janji itu harus kupenuhi.. I'm trapped..


Annyeong...!! ^^ #BOWED..
Readers, ini aq share lagi FF 2min asli buatan sendiri..!! Jangan tanya genre karna author hanya bergenre YAOI..!! No Straight,, No SG..!! Hahaha...
Happy Reading,, and Don't Be Silent Reader!! ^^

---------------------------------------------------------------------------------------------


Kulangkahkan kakiku sepelan mungkin. Takut? Mungkin bisa dikatakan begitu. Tak kuangkat sedikitpun wajahku ke depan, menunduk. Ragu? Molla, aku pun tak tahu apa yang kurasakan saat ini. Semakin pelan langkahku kurasakan. Hhhhhh… nafasku berat. Dan pada akhirnya kuberanikan wajahku melihat kedepan. Ah.. sosok itu berdiri jauh di depanku. Terasa jauh. Tapi dapat kulihat jelas punggung itu berdiri dengan tegapnya. Bahu kekar itu. Seakan masih bisa kurasakan. I’m traped in your arms..

***
-Flashback On-

Taemin POV

“Ne, Omma. Kue ulang tahunnya sudah ku ambil, ini masih baru keluar dari toko kue. Ne, omma jangan khawatir, 10 menit lagi aq sampai disana. PIP” Aissh.. Key hyung emang bawel. Harusnya kan bukan aq yang harus mengambil kue ulang tahun namjachingunya itu. Menyebalkan.

Bisakah aq sampai tepat waktu ke taman dengan waktu 10 menit ini? Aishh.. lihat saja nanti kalo aku masih kena omelannya, tak akan ku bantu lagi kau Hyung! Batinku. Dengan tergesa-gesa kulangkahkan kaki ini menuju taman tempat Key hyung ingin memberi surprise party buat namjachingunya itu. Lari? Tidak mungkin, bisa-bisa kuenya jatuh. Dengan langkah cepat kulewati gedung-gedung sepanjang jalan ini. Mata semua orang memang memandangku aneh. Bayangkan saja dengan tubuh kecilku ini, aku membawa bingkisan besar yang berisi kue ulang tahun 2 tingkat juga berjalan tergesa-gesa. Tapi apa boleh buat, daripada aku terkena omelan Key hyung yang terkenal dengan mulut pedasnya itu, aku rela berjalan dengan muka yang nyaris memerah karena malu ini.

Ahh sampai juga.. Fiiuuhh,, untunglah pas 10 menit. Eum,, Key hyung dimana sih?? Kuedarkan pandanganku mengelilingi taman ini, sampai akhirnya terlihat sosok tubuh ramping yang tengah melambaikan tangannya ke arahku.

“Taeminnie Baby, disini!!” ucap Key hyung setengah teriak. Aku tersenyum dan langsung menghampirinya. Tiba-tiba saja beberapa anak kecil lewat pas di depan tubuhku. Aku yang akn melangkah pun kehilangan keseimbanganan saat salah satu dari mereka menabrakku. Dan pada akhirnya… brruukkk…!

“ARGH!! Appo!!” Dengan mulusnya pantatku jatuh di rumput taman ini. Sakitkah? Jelas jawabannya. Tapi sebentar, astaga kue Key hyung!! Kuedarkan mataku keselilingku mencarinya, tapi yang kutemukan hanya sepasang kaki yang berdiri pas disebelahku. Ku angkat wajahku untuk melihatnya.

“Gwaencanayo? Untunglah kuemu selamat” ucapnya. Kulihat bingkisan kue Key hyung berada di tangannya. Wajahnya terkejut. Kurasa dia masih shock setelah menangkap bingkisan kue itu pas sebelum terjatuh dari tanganku.

“Aniyo, appo! Keunde, gomawo. Kau sudah menyelamatkan kue ku.” Ujarku sambil mencoba berdiri. Tapi yang kurasakan pergelangan kakiku sangat nyeri. Jadi kuputuskan untuk tetap duduk di rumput ini.

“Taeminnie?? Gwaencana? Aigoo kenapa bisa jatuh begini? Kue ku? Mana kue ku? Ahh.. ternyata kau kodok. Gomawo kodok udah menyelamatkan kue ku. Dan aigoo~ Taeminnie kenapa kau hanya diam saja? Cepat berdiri! Ah tunggu, jam berapa sekarang? Aigoo~ Jinki baby pasti sudah dekat sini. Aigoo eottokoe?? Ah,, kodok kau jaga Taeminnie baby, ne? sepertinya dia terluka. Aku harus siap-siap menyambut Jinki baby. Arrachi? Gomawo kodok,, Taeminnie!” yah aku dan orang ini hanya bisa melongo mendengar rentetan kata yang tak ada hentinya dari Key hyung. Kulihat dia panik dengan persiapan kejutannya. Terlihat dari cara berjalannya yang tergesa-gesa kembali ke tempat tadi saat dia menyapaku. Dan pada akhirnya aku hanya bisa menggelengkan kepalaku pasrah dengan sikapnya. Tiba-tiba orang ‘penyelamat kue’ berjongkok di depanku.

“Naiklah, kurasa kakimu terkilir saat jatuh tadi.” Tebaknya tepat sasaran.

“Mwo? Gwaencana, tidak parah kok, aku masih bisa jalan sendiri” ucapku gugup. Bagaimana tidak gugup, baru kusadari posisinya yang walau membelakangiku, aku masih bisa melihat wajah tampannya yang baru kusadari sangat dekat denganku.

“Gotjimal. Buktinya dari tadi kau tidak bangun dan tetap duduk di rumput ini. Palli, sebelum aku berubah pikiran” ucapnya tajam tapi entah darimana aku merasa adanya kelembutan dibaliknya.

“N.. Nnee..” pada akhirnya kata itu yang keluar dari bibirku. Dan sampailah aku dipunggunggya. Dia menggendongku dengan mudahnya seakan tubuhku sangat ringan baginya. Tanpa sadar kukalungkan tanganku di lehernya serta mendekapnya. Nyaman…

“Jadi dimana rumahmu, eum, Taemin-ah?” tanyanya saat dia mulai melangkahkan kakinya keluar dari taman itu.

“Ne? Ru..rumah..hh ku??” entah mengapa aku semakin merasa gugup hanya karena dia yang menyebut namaku. Jika terdapat kaca, aku yakin wajahku sudah berubah warna menjadi merah tomat.

“Ne rumahmu. Namamu Taemin kan? Tadi kudengar Key memanggilmu dengan sebutan Taeminnie. Oh ya, namaku Minho, bukan kodok seperti yang Key sebutkan tadi.” Jelasnya dengan menghela nafas panjang mengingat ceramahan Key hyung tadi. Aku yang mendengarnya hanya terkekeh kecil.

“Ne, Taemin imnida. Bangapseumnida Minho hyung. J rumahku ada di 3blok depan taman ini. Dari rumah Key hyung hanya selisih 2 rumah saja.” Ucapku yang berada di punggung pria yang ternyata bernama Minho ini.

“Ne, bangapseumnida, Taeminnie…!” ucapnya sambil tersenyum. Aku yang mendengarnya memanggilku seperti itu hanya bisa menundukkan kepalaku. Malu dan mungkin bahagia.

-Flashback off-
***

Memori itu lagi. Awal pertemuanku dengannya. Minho hyung, tahukah kamu saat itu aku hamper mati karena malu? Kusunggingkan senyum tipis. Hhhhhh…. Kembali nafas berat ku hembuskan. Hanya nafas? Ani.. Langkahku pun semakin kurasakan berat melangkah. Aku masih menatapnya yang membelakangiku. Kuedarkan pandanganku ke seluruh tubuhnya. Ahh… kamu tau? Walaupun dia membelakangiku, aku dapat merasakan wajahnya yang sangat aku kagumi itu. Sempurna? Bisa dikatakan seperti itu. HHhhhh… Pandanganku terhenti pada tangannya. Tangan kekar itu. Siapa sangka akan melakukan hal yang sungguh diluar dugaan. Hanya aku yang tahu… I’m traped in the past…

***
-Flashback On-
Taemin POV
“Annyeong, Taeminnie~” kulihat dia melangkah menghampiriku. Errr.. Tampan..! blush! Dapat kurasakan mukaku memanas memandangnya. Aigoo~

“Annyeong, hyung” ucapku sambil tersenyum malu.
Sudah sebulan ini aku dan Minho hyung akrab. Dan itu karena jasa Key hyung. Ternyata Minho kuliah di kampus yang sama denganku. Tapi mengapa aku tak pernah sekalipun tahu tentang dia? Molla.

“Taemin-ah, bisakah kamu menemaniku mencari kado yang pas untuk ulang tahun eomma kun anti sore? Aku paling lemah jika berurusan dengan yang namanya belanja!” ucapnya dengan wajah manyun setelah duduk di sebelahku.

“Mwo? Nanti sore?”

“Nee Taeminnie..!! Waeyo? Tidak mau eum?” ucapnya sambil mengacak rambutku. Kesal melihat rambutku sudah tak berbentuk, aku hanya bisa mempoutkan bibirku kesal.

“Arraseo hyung. Aku temani. Tapi jam 4 eum? Aku masih ada jam kuliah nanti sore.” Jelasku.

“Jinjja? Aigoo~ Gomawo!” dia memelukku. Tunggu.. Pelukan?

“YAA! Singkirkan tanganmu itu hyung!” ucapku sambil melepas pelukannya serta menahan malu dan hanya dibalas dengan kekehannya.

Taemin POV end
***
Minho POV

Aish, sebentar lagi jam 4! Kenapa aku malah ketiduran sih? Sepanjang jalan menuju tempat janjianku bertemu dengan Taemin hanya ku isi dengan umpatanku. Bagaimana tidak kesal? Bisa-bisanya aku tertidur saat aku sudah berjanji bertemu dengan namja cantik yang berhasil mengisi hatiku itu? Cantik? Dia memang cantik. Melebihi apapun. Tidak normalkah diriku yang menyukai sesame namja? Asal kalian tau, Taemin tidak sembarang namja. Dia seperti bidadari yang transgender. Kecantikannya bahkan mengalahkan miss universe. Gilakah aku? Terserah apa kata kalian.

Akhirnya aku sampai di taman ini. Pas jam 4. Syukurlah aku tidak telat. Kuedarkan pandanganku ke sekitar taman. Sepertinya Taemin belum datang. Tak apa, justru aku lebih senang jika dia tak perlu menungguku.

Tunggu, ini sudah lewat 20 menit aku menunggunya. Kenapa dia belum datang? Tanpa kuduga, kepanikan mulai merasukiku. Berlebihan? Tidak, aku tau sifat dia yang selalu tepat waktu itu. Kulirik jam tanganku lagi. Bahkan ini sudah melewati 30 menit. “Taemin, kamu dimana?” gumamku.

Kuambil HPku dan bermaksud meneleponnya. *nomor yang anda tuju sedang… klik,, segera kumatikan. Aneh, tidak biasanya nomornya tidak aktif. Setelah kucoba beberapa kali, hasilnya tetap sama. Kulirik jam tanganku lagi. Astaga ini sudah lewat 50 menit. Tak kupungkiri lagi aku gusar. Kuputuskan untuk menuju kampus. Kampus kami tidak jauh dari sini. Karena itu kami janjian bertemu disini.
***
Kampus sepertinya sepi. Jelas sepi, ini hari sabtu dan jam kampus di hari ini hanya selesai sampai jam 4 sore. Kulangkahkan kakiku menuju fakultas sastra tempat kuliah Taemin.

“Mmmfffttthhh.. Tooo..mmmfftttthhhh.. lemmmfftt ….. ppaaaammffttthh… bukkk

Apa itu? Sepertinya aku mendengar sesuatu dibalik gedung ini. Kutajamkan pendengaranku. Benar juga, suara gaduh itu semakin jelas terdengar dari balik gedung. Sepertinya aku mengenal suara itu. Apa jangan-jangan itu Taemin? Segera saja kupercepat langkahku ke asal suara itu. Dan benar saja…

“YAAA!!!!!!!!! APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN BANGS*T!!!” teriakku.

Minho POV end
***
Author POV

Minho terbakar emosinya melihat tubuh Taemin yang bisa dibilang sangat berantakan. Baju yang dipakainya robek disana sini. Muka putih Taemin menjadi abstrak dengan memar biru yang hampir ada di setiap sisi wajahnya. Buku yang berserakan dimana-mana. Yang yang paling membuat Minho terbakar amarah, dia dengan jelas melihat air mata Taemin yang mengalir membasahi wajahnya yang babak belur.

Segera saja Minho melayangkan tinjunya kepada segerombolan pria yang menyerang mengerubungi Taemin itu. Kumpulan pria itu memang telah membuat Taemin babak belur, tetapi mereka bukanlah tandingan Minho. Minho dengan mudahnya menumbangkan 4 pria yang berada disana. Dan saat itu juga Minho mengenali salah satu dari pria itu. Dia Park Jung Mo, mahasiswa kampus tetangga yang diketahuinya merupakan saingan Taemin dalam lomba karya novel seminggu sebelumnya dan dimenangkan oleh Taemin.

“Jangan pernah kau injakkan kaki kotormu di kampus ini lagi atau kau terima hal yg lebih buruk dari ini.” Umpat Minho seraya memberinya tinjuan tepat di hidung Jung Mo. “Cuihh!”

“M… min…n…hhoo.. hhyuu..nng…” isak Taemin melihat Minho yang selesai menghajar semua pria yang telah membuatnya babak belur itu.

Minho berjongkok di depan Taemin yang sedang duduk terkapar. Mata Minho memanas melihat keadaan Taemin saat ini. Setetes air bening meleleh dari kedua matanya. Taemin yang melihat itu terkejut, dan langsung menghapus halus air mata itu. Sedetik kemudian Minho memeluk tubuh ringkih Taemin.

“Mianhae, aku terlambat datang. Jeongmal.. Mianhae Taemin-ah” isak Minho disela tangisannya. Taemin yang mendengar itu pun ikut menangis haru.

“Aniyo, hyung. Nan gwaenchana. Gomawo hyung.” Suara Taemin bergetar, ia mengeratkan pelukannya di tubuh Minho.

“Tak akan kubiarkan siapapun menyakitimu lagi. Tak akan kubiarkan. Tak akan.” Ucap Minho. Sesaat Minho melepaskan pelukannya dari tubuh Taemin. Minho mengamati luka yang menghiasi wajah cantik Taemin.

“Luka ini, tak akan bisa menutupi keindahan wajahmu Taemin.” Sedetik kemudian Minho mengecup satu persatu titik lupa yang terdapat di wajah Taemin. Taemin hanya bisa membulatkan matanya. Perlakuan Minho sungguh membuat Taemin tak dapat menahan rona merah di pipinya. Minho yang menyadari itu, menatap dalam mata Taemin.

“Saranghae…”

Minho menutup kedua matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin. Taemin hanya bisa mengikuti tindakan Minho. Tak dapat dipungkiri, Taemin menyukai Minho sejak pertama ia bertemu dengannya. Semakin dekat wajah mereka berdua, Taemin akhirnya menutup kedua matanya. Menghapus jarak antara wajah mereka, bibir Minho dengan lembut mengecup bibir kissable Taemin. Hanya kecupan ringan yang terjadi. Tanpa ada tuntutan lebih. Tangan Minho masih setia menggenggam tangan Taemin. Dapat Taemin rasakan tangan itu berdarah. Mungkin akibat Minho menghajar 4 orang sekaligus.

“Nado saranghae, hyung” ucap Taemin disela-sela ciuman mereka.

-Flashback Off-
***

Tersenyum mengingat semua itu. Hyung, taukah kamu? Hari itu aku memang terluka parah, tetapi dengan mudahnya kau sembuhkan luka itu dengan kelembutan hatimu. Hyung, jeongmal saranghae.
Aku masih melangkahkan kakiku ke arahnya. Jarak kami masih terasa jauh. Dia berbalik. Kulihat dia menatapku. Mata itu… Jebal, jangan tatap aku seperti itu. Aku tak sanggup melihatnya. Kutundukan wajahku. Aku tak bisa melihat tatapan itu.
Gwaencana… Taemin.. ‘dia’ menepuk genggaman tanganku yang sedari tadi ku taruh di lengannya. Segera ku eratkan genggamanku pada’nya’. Tataplah dia… Dia melihat kita saat ini… ucapnya. Kuberanikan menatap mata itu lagi. Benar, dia sedang menatapku dan yang sedang disebelahku dengan tajamnya. Hyung… Mianhae… I’m traped with him…

***
-Flashback On-

“Chagi..!!” Teriak Minho membuyarkan konsentrasi Taemin.

“Hyung! Jangan mengagetkanku. Jebalyo, aku sedang mengerjakan tugas kuliahku.” Kesal Taemin memasang deathglare ke Minho. Minho merasa tidak terima dengan reaksi Taemin, langsung menutup buku yang sedang dibaca Taemin.

“YAA HYUNG!! AISSH,, Aku belum memberi pembatas buku pada halaman tadi!” Taemin kesal melihat buku yang dibacanya tertutup rapat. Saat Taemin mencoba membuka kembali, Minho segera merebutnya.

“YA! Sudah kubilang, panggil aku CHAGI..!! Aish kau mengacuhkanku demi buku itu dari 3 hari yang lalu Taeminnie!! Apa kau lupa kemarin sebenarnya anniversary hubungan kita yang pertama. YAA! Setahun itu tidak sebentar! Dan kamu hanya menggunakan hari itu dengan mengacuhkanku?” ucap Minho kesal.

“Hyung, sejak kapan hyung tertular penyakit cerewet Key hyung?” ucap Taemin polos. Taemin akhir-akhir ini memang lebih sering konsentrasi pada tugasnya yang menumpuk. Merasa tak diabaikan, Minho pun beranjak pergi. Taemin hanya menghela nafas melihat kekasihnya seperti itu. Diambilnya HP dari tasnya, dan mengetik pesan.

My lovely froggie, mianhae eum? Tugasku sangat banyak.
Nanti sore aku tunggu di rumah. Akan kumasakan makanan faforitmu. Yakseok!! <3

Taemin kembali meneruskan membaca buku tugasnya itu sampai HPnya bergetar kembali. Dibukanya pesan yang masuk.

Masakan aku daging ayam!! Kalo tidak, aku akan memakanmu sebagi gantinya.!

Taemin tersenyum membacanya. “Aigoo~ tampaknya aku harus belanja terlebih dahulu” pekiknya.
***
Taemin sibuk dengan kerjaannya di dapur. Sesuai dengan pesanan kekasihnya, Minho, dia harus memasak ayam saat ini. Bukan masalah besar karena memang Taemin mempunyai keahlian memasak.

Ting tong…

Taemin menghentikan pekerjaannya sebentar. “Tidak seperti biasanya hyung menekan bell. Apa ini karena dia masih marah padaku? Aigoo~” eluh Taemin sambil pergi membukakan pintu apartemennya. Sebenarnya Minho tau password apartemen Taemin, karna itu Taemin jadi bingung, biasanya Minho akan langsung masuk tanpa menekan bell. Taemin membukakan pintu apartemennya dan melihat sosok pria di depannya sambil membawa seikat bunga.

“Taemin.. Lama tidak jumpa..” wajahnya pucat, tapi Taemin sangat hafal dengan pria yang sedang berada di hadapannya ini.

“K..kkaii..? Kau kembali?” ucap Taemin tak percaya.

“Nee, aku kembali Taeminnie. Bogoshippoyo nae Taeminnie” Senyuman pahit tampak di wajah pucat pria yang bernama Kai tersebut. Taemin berdiri kaku menatapnya.

“Kaiiii……!!!” teriak Taemin sambil memeluk Kai yang tampak terkejut melihat reaksi Taemin. Sedetik kemudian Kai mempererat pelukannya di tubuh Taemin. Keduanya tampak menangis di pelukan masing-masing.

“Haruskah aku melihat pemandangan ini?” tiba-tiba Minho berdiri di belakang Taemin dan Kai yang tampak terkejut akan hadirnya Minho.

Taemin segera melepaskan pelukannya pada Kai dan mengusap kasar air mata yang sempat mengalir di kedua matanya. Tapi itu masih dapat terlihat oleh Minho.

“Siapa dia chagiya?” ucap Minh. Taemin terdiam. Tubuhnya kaku. Minho mengamati sikap Taemin yang bergetar itu. Taemin mati-matian menahan isakan yang mendesak ingin keluar. Minho memperhatikan Kai yang berdiri disebelah Taeminnya. Sampai akhirnya Minho menyadari bekas luka di telapak tangan Kai.

“Jadi kamu orang yang menyelamatkan nyawa Taemin waktu kecil?” selidik Minho. Ya Minho tau, masa kecil Taemin. Taemin hampir mati tertabrak mobil saat bermain dengan Kai di pinggir jalan. Saat itu keduanya berumur 4 tahun. Tapi Kai seakan mengerti bahaya yang akan diterima Taemin, langsung mendorong Taemin sehingga tubuhnya yang tertabrak mobil, bahkan hingga dua kali karena saat tertabrak pertama, tubuhnya terpental dan tertabrak mobil dari arah lawan. Dan luka di tangannya adalah bukti nyata saat mobil lain itu tak sengaja melindas tangan kecilnya.

Kai tersenyum pada Minho yang menyadari jati dirinya. “Ne, namaku Kai.”

“Jadi dia cinta pertamamu, Taemin-ah?” Taemin tersentak. Minho tak menyebutnya chagiya lagi. Hanya satu hal yang dapat menyebabkan itu, Minho sedang tidak dalam kondisi emosi yang baik pada Taemin. Taemin semakin menundukkan kepalanya. Bahunya semakin bergetar. Kai menyadari keadaan aneh Taemin, segera memeluk bahunya. Minho yang melihatnya sangat ingin menghajar Kai, berani-beraninys dia menyentuh Taeminnya. Tapi dia tidak bisa. Kai yang membuat Taemin masih hidup sampai sekarang. Minho hanya bisa mengepalkan tangannya kuat menahan amarah yang sudah membuncah dihatinya.

“Apa kamu kekasih Taemin? Bisakah aku meminjamnya sebentar? Aku janji tidak akan lama.” Ucap Kai sambil tersenyum kearah Minho.

Minho terdiam. Dia tidak rela melihat Taeminnya bersama pria lain, tapi pria itulah yang membuat nyawa Taemin masih berada ditubuh Taemin. Bibirnya kaku, dia ingin sekali melarang Kai. Hanya tatapan mata yang mengisyaratkan bahwa Minho tak ingin Kai membawa Taemin.

Kai sepertinya sadar ketidaksukaan Minho terhadapnya. Dia hanya tersenyum dan membungkuk memberi salam kepada Minho. Sedetik kemudian dia melangkah pergi, tetapi Taemin menahannya. Kai maupun Minho terkejut dengan reaksi Taemin.

“Aku pergi denganmu.” Lirih Taemin yang langsung menarik Kai pergi dari Minho meninggalkan apartemennya.

“Dia cinta pertamaku, hyung. Dia yang membuatku hidup. Tapi aku menghancurkan hidupnya. Setelah kecelakaan itu, dia divonis memiliki semacam penyakit aneh. Sistem imun tubuhnya hancur. Setiap hari dia mengigil kedinginan. Dia tidak dapat tinggal di negara dingin. Dia pergi setelahnya. Hyung, andai aku diberi kesempatan, aku akan mengabulkan apapun keinginannya. Apapun itu, karena dia, aku masih hidup dan akhirnya bertemu denganmu hyung.”

“Apapun…?” gumam Minho saat teingat perkataan Taemin dulu. Setetes air mata meleleh menuruni pipi Minho.
***
Sudah 3 hari dari saat terakhir Minho bertemu dengan Kai. Dan sudah 3 hari pula Minho tidak melihat Taemin di kampus. Tidak juga di apartemennya.

“Ya kodok, kenapa sendirian aja? Mana Taemin?” tegur Jinki saat melihat Minho yang sendirian di sebuah café.

Minho tidak merespon Jinki dan tetap sibuk menatap layar HPnya. Wajah Taemin menghiasi wallpaper HP Minho. Jinki hanya menghembuskan nafas kesal melihatnya. Jinki baru saja duduk di sebelah Minho sampai sedetik kemudian muncul Key, kekasih Jinki, teman Minho juga berlari kearahnya.

“Hosshh.. YAA! KODOK..!! Hosshh..!” Ucap Key abstrak antara kesal atau kelelahan berlari.

“YAA! Apaan sih? Datang-datang bikin rusuh!” sentak Minho kesal. Langsung saja Key meninju kepala Minho. Blettakk!

“YAA! APPO!!!” dengus Minho sambil mengelus pucuk kepalanya.

“Suruh sapa ngejek gua? Liat tuh!” Key langsung menunjuk arah luar Café.

“Awalnya aku aneh dengan dua orang itu, sekarang musim panas, diluar panas banget, tapi dua orang itu malah duduk tepat dibawah sinar matahari. Sampai kuperhatikan, bukannya itu Taemin Baby? See? Dengan siapa dia? Hey… YA KODOK!” Minho tidak peduli dengan ucapan Key. Matanya fokus melihat dua orang yang sedang tertawa lepas itu. Taemin dan Kai.

Sedetik kemudian Minho berdiri dan hendak keluar dari café. Key serta Jinki sontak mengejar Minho yg berjalan kea rah pintu café.

“YA! KODOK JELEK..! Mau kemana HAAH??!!” teriak Key keras. Sontak semua orang yang berada di café maupun luar café melihat kearah mereka. Benar saja, Key, Jinki maupun Minho pas berada di pintu café saat ini. Tak bisa dipungkiri suara Key saat ini sangat terdengar sampai radius yang cukup jauh. Dan cukup sampai ke telinga Taemin dan Kai. Sontak Minho dan Taemin bertemu pandang. Sejenak mereka terdiam dengan tatapan yang masih melekat satu sama lain.

“A.. Apa yang terjadi sebenarnya?” ucap Key bingung melihat tingkah Minho. Tapi Minho seolah tuli dan hanya menatap Taemin sendu.

Jadi inilah pilihanmu, Taemin. Baiklah, aku pergi. Berbahagialah. Tanpa suara, hanya gerakan bibir dari Minho. Tapi cukup jelas di mata Taemin. Tatapan Minho sedetik kemudian berubah kasar. Dia membuang muka dan pergi meninggalkan Taemin dan Kai yang sebenarnya memang berjarak berjauhan dengan Minho.

-Flashback Off-
***

Masih dapat kulihat jelas tatapan tajam itu. Hhhh… Minho hyung, hentikan tatapanmu.. jebal… kutatap wajah orang yang sedang bersama denganku. Dia tersenyum. Kusunggingkan senyum hambarku padanya. Dia hanya terkekeh kecil melihatku. Melihatnya tertawa, tak kusadari akupun terkekeh dengannya. Kai. Kamu memang selalu membuatnku merasa aman. Kuedarkan pandanganku kesekelilingku. Orang-orang berpakaian resmi itu tersenyum kearahku dan Kai. Tampak Key hyung dan Jinki hyung melambai ke arahku dan Kai. Kubalas mereka dengan anggukan kecil dan senyuman. Kusunggingkan senyumku pada semua yang saat ini berada di samping kanan kiriku dan Kai sesaat dan kembali menatap pria disebelahku. Kai yang masih tersenyum padaku.
Dan sampai saat ini, aku masih tetap melangkah padanya. Tatapannya berubah sendu. Hyung, ini memang pilihanku… I’m traped in my choice…

***

-Flashback On-

Author POV

“Taem, gwaenchana?” ucap Kai membuyarkan lamuanan Taemin. Taemin menatap Kai sambil tersenyum. Terkesan dipaksakan.

“Gwaenchana kkamjong.” Ucap Taemin sambil terkekeh.

“YA! Berhentilah memanggilku dengan sebutan itu! Apa aku sehitam itu?” Kai mempoutkan bibirnya mendengar panggilan Kkamjong yang ditujukan padanya oleh Taemin.

“Ne, sekarang kulitmu hitam! Hahaha.. padahal dulu kau begitu putih..”

“YA! Diamlah!!!” teriak kesal Kai. Namun yang ada Taemin masih setia tertawa melihat Kai yang kembali kesal.

“Kau tau, di tempatku aku masih putih dibanding orang sama. Kulitmu saja yang terlalu putih seperti perempuan Taemin noona!” sontak Taemin kesal dan melihat kulitnya sendiri.

“YAA! Aku namja! Dan kulitku normal sebagai namja! Kau tau??!!” teriak Taemin kesal sambil memukul tangan Kai yang berganti tertawa sekarang.

“Setidaknya tenaga pukulanmu lebih dari seorang yeoja.. Aiisshh” Kai mengelus bekas pukulas Taemin yang dirasakan sedikit terasa nyilu. Taemin kembali tertawa karenanya. Kai menatap intens Taemin yang sedang tertawa.

“Aku akan kembali besok siang, Taem.” Ucap Kai tiba-tiba pada Taemin yang sukses membuat tawa Taemin lenyap.

“Mworago?” Taemin sangat terkejut dan membulatkan matanya lebar. Kai tersenyum dan mengelus pucuk kepala Taemin.

“Aku akan pulang besok. Hari ini hari terakhirku di Seoul. Dan aku rasa, hari ini hari terakhirmu untuk berpura-pura padanya.” Ujar Kai pada Taemin. Taemin tidak mengerti maksud Kai hanya bisa menatap Kai bingung.

“Aku tau, aku cinta pertamamu. Dan asal kamu tau, Taemin juga cinta pertamaku. Tapi Taemin yang sekarang mencintai orang lain. bukan cinta pertamanya lagi.” Jelas Kai sambil senyum yang selalu mengembang dibibirnya.

“A..app.pa.. maksu..ud mu..?” ujar Taemin bergetar, entah mengapa perakataan Kai sangat pas mengenai perasaan Taemin. Kai tersenyum kembali mengelus pucuk kepala Taemin.

“Saat kita tadi tidak sengaja bertemu Minho, kamu tidak melepaskan pandanganmu sedikitpun darinya walaupun dia berbalik dan menghilang. Saat itu tanpa kau sadari, kau menggenggam tanganku erat sekali. Seakan kau menahan sakit saat dia pergi. Dan sejak itu tawamu menghilang dan kau sering melamun.” Jelas Kai. Taemin dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Aniyo, bukan seperti itu.. Aku..”

“Berhentilah berusaha membalas budi atas kejadian masa lalu kita, Taeminnie~” ucap Kai cepat memotong perkataan Taemin. Taemin terperangah. Tetes air matanya pun lolos membasahi pipinya.

“Uljima, dulu aku tulus menyelamatkanmu. Bukan seperti ini. Aku sama sekali tidak menginginkan balas budimu Taem. Aku mencintaimu. Sungguh. Tapi aku tahu kebahagiaanmu ada padanya. Maka aku tulus membiarkanmu bersamanya.” Ucap Kai seraya memeluk tubuh mungil Taemin.

Tangis Taemin pun pecah dalam pelukan Kai. Kai hanya bisa mengelus punggung itu memberikan ketenangan pada Taemin.

“Saranghae…”

-Flashback Off-
***

Hyung,, ini pilihanku. Aku memilihmu dari cinta pertamaku. Hyung, kamu kebahagiaanku saat ini.
Jarak antara kita semakin menipis. Hhhhh… Ku tatap wajah Kai, lagi. Dia tersenyum padaku, dan tatapannya berbalik ke Minho hyung yang tanpa terasa sudah berada pas di depan kami. Kai tersenyum padanya.
“Yaaa! Aku jauh-jauh datang kesini, bukan untuk melihat tatapan sendu kalian padaku.” Ucap Kai pada Minho hyung. Kai tersenyum sesaat padaku.
“Sudah waktunya, pergilah…” Kai kembali tersenyum padaku. Diambilnya tanganku dari lengannya dan diserahkannya ke tangan Minho hyung yang siap menerima tanganku.
“Berbahagialah…” ucapnya sebelum berbalik arah meninggalkan kami. Kami masih setia menatap punggungnya sampai dia membalikkan badannya dan duduk di bangku barisan depan bersama Key hyung dan Jinki hyung.

Kualihkan pandanganku dari Kai. Kini aku menatapnya yang sedang menatapku. Minho hyung. Aku tersenyum. Dan diapun tersenyum hangat padaku sesaat.
“Haruskah kalian berjalan sangat lama? Jangan membuatku cemburu padamu disaat acara pernikahan kita ini Chagiya!” bisiknya dengan bibirnya yang sengaja ia poud kan. Aku terkekeh kecil mendengarnya. Hei, bagaimana bisa dia masih cemburu di acara pernikahan kami?
“Saranghae..” ucapku. Kulihat senyumnya kembali mengembang.
“Nado,, saranghae…” balasnya. Dan pada akhirnya kami berbalik menatap sesosok pria yang sudah siap akan memandu acara mengikraran janji setia seumur hidupku dan Minho hyung. I’m traped love of you…



-END-


Friday, June 28, 2013

Nae Namja

Cast     : 2MIN (YAOI)
Cameo : Lee Jinki; Kim Key Bum; Kai
Genre   : Romance (?)

Annyeong chingudeul...!! Ini FF debut aku... YAOI pastinya... jangan jadi silent reader ya..??? ^___^ aku sangat mengharap tanggapan kalian ne..??  
Happy Reading chingudeul....!!! ^____^


***
Author POV
Dukk dukk dukk..
Deru bola basket terus menggema di lapangan basket indoor kampus ini. Teriakan para penonton tak henti-hentinya menyemangati setiap pemain yang sedang bertanding itu.
“Jinki oppa!! Fighting!” teriak para yeoja yang duduk di bangku penonton tersebut. Tak lama setelahnya, BLASSTT  bola tersebut masuk mulus dalam ring basket. Three Point berhasil didapat dengan mudah oleh namja berperawakan sempurna tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan besar 77 – 48 atas tim lawan. Lee Jinki, bintang basket kampus itu tersenyum bangga. Sejurus kemudian timnya memeluknya. “Daebak hyung! Kamu memang juaranya” seru para pemain itu. “Aniyo, itu hanya keberuntunganku saja” jawab Lee Jinki dengan senyuman yang dapat dipastikan mampu menggetarkan hati yang melihatnya.
Beberapa saat setelahnya, Lee Jinki dan timnya sudah berganti pakaian dan bersiap untuk pulang. “Hyung, terima kasih untuk pertandingan hari ini.” kata juniornya saat akan berpamitan dengan Jinki. “Ne, kamu pulanglah dulu dan istirahatlah, aku masih harus menunggu seseorang.” jawab Jinki seraya menebarkan pandangannya mencari sesosok orang yang dimaksud. “Arraseoyo hyung. Annyeong~!” dengan lambaian tangan juniornya meninggalkan Jinki yang masih sibuk mencari temannya.
Tiba-tiba Jinki merasa ada benda dingin menempel di pipinya. “Chukae hyung. Kemenangan besar lagi”. Jinki membalikan tubuhnya menghadap sosok yang ia cari tadi dan menerima benda dingin yang ternyata sekaleng Colla. “Gomawo chagiya” ucap Jinki halus seraya mengusap rambut orang itu dengan penuh kasih sayang. Sejurus kemudian rona merah menghiasi pipi mulus namja itu. Jinki tersenyum, dia sangat suka menggoda namja ini.
“Ya!! Lee Jinki. Jangan memanggilku seolah aku pacarmu!” bentak namja itu keras dan membuat Jinki harus mundur beberapa langkah sambil menutup mata dan kupingnya. “Aigoo~ Teamin-ah kamu tambah mirip dengannya. Kyeopta..” seraya mencubit hidung mancung namja yang ternyata bernama Lee Taemin itu. Teamin adalah adik kandung Jinki.
“Mworago? ANDWAE..!! Jangan sekali-kali samakan aku dengan namja cerewet pacarmu itu hyung!” bentak Taemin pada hyungnya itu yang berhasil membuat Jinki kembali menutup kupingnya. “Ya!! Siapa yang kamu maksud namja cerewet, baby?” pelukan mendarat mulus di badan mungil Teamin yang langsung membuat bergidik ngeri. Perlahan Teamin memalingkan muka menghadap namja yang sedang memeluknya dari belakang itu. “Waeyo Teamin-ah?” mata kucing nan tajam langsung menembus retina Teamin. Sontak ia langsung menegang dan membatu di tempatnya. “A.. Aniyo hyung. A.. Aku hanya..” suara Teamin yang berbata-bata membuat Jinki yang melihatnya tidak dapat menahan tawanya. “HHYYYUUUNNNGG!!!!!” bentakan langsung keluar dari dua mulut namja berparas cantik itu berhasil membuat Jinki menghentikan tawanya dan menundukan kepalanya. “Eum.. Mian.” Jawabnya. Namja itu langsung melepaskan pelukannya pada Teamin. “Jinki Hyung, Chukae atas kemenangannya.” Namja itu berubah menjadi manja saat bersama dengan Jinki. Teamin hanya bisa mendengus melihat dua orang itu. “Ne, gomawo Key.” Seutas senyum tertera dibibir Jinki yang menambah ketampanannya itu. Merasa diabaikan, Teamin melangkah pergi meninggalkan kedua namja tadi. Entah mengapa langkahnya terkesan lemas.
***
Teamin POV
‘Lagi-lagi aku harus melihat adegan kemesraan Jinki hyung dengan Key hyung. Argh.. Tak bisakah mereka menyadari perasaanku?’
Kuhempaskan tubuhku ke rumput di taman kampus belakang ini. Sejuk dan tentram. Kupejamkan mataku. Key, Kim Keybum hyung. Namja cantik itu selalu bisa membuatku tak berkutik. Mata tajamnya selalu bisa membuatku berdebar. Cantik. Dia memang sangat cantik. Aku sendiri tak tahu mengapa bisa jatuh cinta pada namja cantik itu. Kubalikkan tubuhku menyamping dengan masih mata tertutup. ‘Key hyung. Berhentilah menyiksa hatiku’.
***
Author POV
Teamin tertidur di rumput taman itu. Tanpa ia ketahui ada langkah kaki di belakang tubuhnya yang mendekat padanya. Namja itu keheranan mengapa ada orang aneh yang mau tidur di rumput taman belakang kampus ini. ‘Tidak malukah dia’ pikirnya. Namja itu melangkahkan kakinya menuju sisi lain yang dapat melihat wajah namja yang tertidur itu. ‘Teamin-ah?’ pikirnya keheranan. Entah mengapa bibirnya menyunggingkan seutas senyum melihat wajah tentram Teamin yang tertidur itu. “Key hyung.” Gumam Teamin yang sontak membuat namja tadi tertegun mendengarnya. Namja itu menatap Teamin sendu. Terlihat dari sorot matanya yang meredup. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Teamin yang tertidur. Menyentuhkan bibirnya di bibir plum Teamin sekilas “Mianhae Taem” dan langsung berbalik meninggalkan Teamin yang masih tertidur. Melangkah menjauh dan menghilang dibalik lorong kampus.
***
Teamin POV
“Ommo!! Gawat, aku telat masuk kelas. Arghh bisa-bisanya aku tertidur disini! Jangan sampai awal semester ini sudah ku ukir dengan telat masuk kelas!” umpatku yang baru saja terbangun. Langsung saja aku berlari secepatnya menuju kelas. Tak kupedulikan mata-mata orang yang heran memandangku yang tengah berlarian di lorong kampus ini. Dan akhirnya aku sampai di kelas ini. “Syukuuurrllaahhh.” Kataku lega sambil duduk di bangku paling belakang. Ya benar, hobbiku duduk di paling belakang  Ku pasang headshet dan kuputar lagu-lagu SHINee. Aku memang suka dengan grup SHINee ini. Seandainya saja aku bisa masuk SM Entertaimen, hal pertama yang aku ingin lakukan memeluk personil SHINee satu-persatu. Hehehe..
‘Tunggu, sepertinya ada yang memperhatikanku daritadi’ pikirku. Kupalingkan wajahku ke kananku. Benar saja ada orang yang sedang memperhatikanku. Tampaknya dia tak sadar sekarang aku juga melihatnya. Dia malah tersenyum. “YA!! Apa yang kau lihat?” bentakku. “Ani, aku hanya memperhatikanmu. Kamu.. eum.. Cantik..” jawabnya sambil tersenyum. Aku tertegun. Senyumnya sungguh menawan. Jika aku wanita, aku pasti sudah meleleh. Eh.. tapi tunggu.. Cantik? Dia bilang aku cantik?
“YAA!!! Kamu mau mati, hah?” bentakku. “Kenalkan aku Minho. Choi Minho.”
***
Minho POV
“Kenalkan aku Minho. Choi Minho”. Entah kenapa aku tertarik pada namja satu ini. Badannya yang mungil dan langsing mirip seorang wanita. Kulit putih bersihnya dan yang paling menarik adalah bibirnya yang plump itu. Apa benar dia namja? Yang jelas aku harus berkenalan dulu dengannya. Kuberikan senyum termanisku padanya yang masih tertegun melihatku. Apa aku begitu membuatnya terkejut?
“Annyeong Taem, kau disini? Ternyata kita sekelas” namja itu menyapanya. Key. Siapa yang tidak tahu dia. Pacar dari bintang basket kampus ini, Lee Jinki. Dia juga chingu ku. Mungkin dia tidak sadar ada aku disini. Tapi dia tadi memanggil namja cantik ini dengan Taem? Taem siapa?
“Annyeong Key hyung. Tidak bersama Jinki hyung?” sapanya dengan senyuman. “Jinki? Aigoo Taemin-ah, kamu tau hyung-mu itu angkatan di atasmu bahkan di atasku. Mana mungkin dia di kelas ini juga. Lagian aku mengambil kuliah ini lagi gara-gara nilaiku yang jelek” jawab Key lesu sambil duduk disebelah namja cantik yang baru kutahu namanya Teamin. “Ah, benar juga. Hahaha” tertawa. Tawanya sangat menawan. Aku hanya bisa melihat percakapan mereka sambil tersenyum sendiri.
“Ommo.. Ya Minho. Kamu mengulang kuliah ini juga?” sepertinya Key baru menyadari keberadaanku. Aku hanya tersenyum membalas sapaan Key. Ya aku dan Key sebenarnya tingkatan diatas Teamin yang mengulang kuliah ini. Sepertinya Key dekat dengan Teamin. Mungkin aku bisa mencari tahu tentang Teamin pada Key. Semoga dia bisa membantuku.
***
Author POV
“Key hyung mengenal namja tadi?” Tanya Teamin saat mereka telah berada di mobil dalam perjalanan pulang menuju rumah Teamin. “Namja? Maksudmu Minho? Jadi kamu tidak pernah mengetahui tentang Minho di kampus?” Tanya Key yang malah heran dengan pertanyaan polos Teamin. “Haruskah aku mengetahui tentangnya? Lagian siapa dia harus aku ketahui? Aku hanya heran dengan sikapnya yang sok akrab kepadaku tetapi cukup dingin padamu.” Key yang sedang menyetir, menatap Teamin heran sekilas lalu fokus kembali pada jalanan.
“Minho. Choi Minho. Namja itu merupakan namja nomor 1 di kampus kita. Jinki hyung-mu saja nomor 2. Bagaimana bisa kamu tidak mengetahui Minho? Minho itu pewaris tunggal kekayaan keluarga Choi yang terkenal itu. Salah satunya kampus yang kita huni itu. Dia terkenal dengan sifat cueknya. Tetapi itu tidak mengurangi pamor ketenarannya. Cuma kamu namja cupu yang tak mengetahui keberadaannya.” Jelas Key seraya mengacak rambut Teamin dari samping tanpa melepas pandangannya dari jalanan. “YA!! Berhentilah memanggilku cupu.” Elak Taemin sambil membetulkan rambutnya. Key sekilas menatap Taemin lagi. Taemin yang heran hanya bisa menatap Key dengan kebingungan. Key menarik nafas dan mulai menjelaskan kembali.
“Minho itu cuek dan dingin. Hanya beberapa orang yang ia tanggapi saat berbicara dengannya. Salah satunya aku dan hyung-mu Jinki. Sebenarnya tadi dia tidak dingin padaku, aku tahu itu. Hanya saja..” Key tidak melanjutkan penjelasannya dan kembali melihat Taemin sekilas. “Hanya saja ia serius memperhatikanmu Taem” ujar Key sambil mengelus rambut Taemin tanpa melepas pandangannya dari jalanan. Sorot mata Key tidak bisa diartikan oleh Taemin.
Diperlakukan seperti itu, Taemin berdebar kembali. Key, pacar hyungnya yang manja, selalu tampak manly dihadapan Taemin. Hal inilah yang membuat Taemin jatuh hati. Padahal ia tahu kalau ini tidak boleh. Bagaimanapun Key adalah namjachingu hyung-nya, Jinki.
***
Key POV
Kuhentikan mobilku di depan apartemen Taemin. Taemin, Kenapa saat dengannya sikap manly-ku selalu muncul. Aku tak mengerti dengan sikapku ini. Kupalingkan wajahku menatapnya yang sekarang sedang menatapku. Ah.. mata itu. Sama dengan Jinki hyung. Jangan menatapku seperti itu.
Kucium sekilas bibirnya, hanya menyentuhkan bibirku dengan bibirnya. Taemin sangat terkejut dan membuka matanya lebar-lebar. Kutarik nafasku dalam-dalam, “Taem, berhentilah”. Ucapku yang membuatnya terlonjak dari lamunannya. Dia sekarang tertunduk dengan pipinya yang memerah. Argh.. aku tak suka situasi ini. “Key hyung, mianhae” ujarnya lirih. Arghh.. aku bisa gila dengan ini semua. Ini harus berakhir. Harus.
Kucengkram bahunya. Tampaknya ia terkejut dengan perlakuanku. Sudahlah, aku harus menghentikannya. Sudah cukup. “Taem, aku tak bisa menjadi semme –mu. Yang kucinta hanya Jinki hyung. Hyung-mu sendiri. Jangan memintaku lebih dari ini. Aku sudah berusaha menjadi manly di depanmu, tapi itu bukan aku. Jeongmal mianhae Taemin-ah” ucapku bergetar. Kutatap wajahnya. Matanya bergelinang air mata. Aku menyakitinya. Taemin dan Jinki merupakan teman masa kecilku. Dari dulu kami dekat dan selalu bersama. Dari awal yang kucintai adalah hyung-nya. Lee Jinki. Sampai akhirnya kami berpacaran tanpa sepengetahuan Taemin. Beberapa minggu kemudian aku memberitahunya, tapi tanpa kuduga Taemin menyatakan cintanya padaku. Bodohnya aku tidak tegas menolaknya. Rasa sayangku sebatas kakak padanya. Itulah yang mendorongku bersikap manly di depannya. Tapi itu membuat dia semakin mencintaiku. Dan aku harus menghentikannya sekarang. Ini waktu yang tepat.
“Key hyung. Mianhae atas perasaanku. Gomawo atas kebaikanmu. Aku akan mencobanya”. Ucapnya lirih dan langsung meninggalkanku berlari keluar dan aku tahu itu arah taman yang menjadi tempat perenungan biasanya. Taemin, jeongmal mianhae.
Tiba-tiba ada tangan yang memelukku dari belakang. Tanpa membalikkan pandanganku pun aku tahu itu Jinki hyung. “Aku sudah tepati janjiku hyung. Tapi aku tidak tega pada Taemin. Lihat dia menangis dan rapuh” ucapku bergetar. Ya benar, Jinki mengetahui kalau dongsaeng kesayangannya juga mencintai aku, kekasihnya. Saat itu aku berjanji, disaat datang orang yang tepat dan mencintai Taemin seutuhnya, aku akan meninggalkannya dan Jinki menyetujuinya.
“Sudahlah chagiya, Taemin pasti bisa melaluinya. Lagipula kamu hanya milikku dan mencintaiku, eum?” tangan Jinki membalikan tubuhku dan memelukku erat. “Arra hyung, saranghae” ujarku bahagia. Akhirnya kepura-puraanku selama ini berakhir.
“Ya..! Jangan menangisi dongsaeng-ku terus! Aku namjachingumu! Aku semme-mu. Dan satu lagi, sudah berapa kali kamu menciumnya? Aku tidak terima!” seraya mencubit hidungku. Aku tertawa, pasti ia tadi mengintipku mencium Taemin. Aku tahu terkadang dia tertekan dengan aktingku yang memanjakan Taemin seolah aku semme-nya. “Hanya 2 kali chagiya, tadi siang dan barusan” ujarku sambil menawan tawa. Aku tahu dia cemburu. “YAA!! Mengapa harus lebih dari satu? Kamu tau aku cem… mmmppffhh” ku bungkam bibirnya dengan bibirku sekilas. Dan itu membuatnya terkejut. Ah.. kyeopta!
 “Chagiya, siapa namja yang membuat janji itu harus kita penuhi?” Tanya Jinki dengan mata serius. Aku tersenyum. “Minho. Choi Minho” jawabku mantap. “MWORAGO???”
***
Taemin POV
Aku berlari menuju taman ini. Termenung di ayunan ini. Sudah berapa jam aku disini? Sudah berapa tetes air mataku yang jatuh? Sakit. Dingin. Aku tahu ini pasti akan datang. Key hyung benar. Memang aku yang salah mencintainya dan harus membuatnya seolah manly di depanku. Tuhan, tolong buat aku melupakannya. Ku hapus air mataku kasar. Ini terakhir kalinya aku menangisinya. Terakhir kali aku mencintainya. Setelah ini aku harus menganggapnya sebagai kakak iparku. Memang ini yang harus kulakukan dari dulu. Kulangkahkan kakiku pulang, Ah, mengapa hari ini sangat dingin? Kumasukkan tanganku ke saku mantel tebalku. Kembali kulangkahkan kakiku, tapi BRRUUKKK. Pantatku jatuh dengan keras ke trotoar ini. “Appo!!” gumamku sambil mengelus pantatku. “Gwaencana?”  Suara itu, sepertinya aku pernah mendengarnya. Kuangkat wajahku menatap namja yang menabrakku sampai terjatuh. “Minho-ssi?”
***
Minho POV
Ah, malam ini sungguh dingin. Tampaknya coklat panas dapat menghangatkanku. Kumasuki toko depanku ini dan membeli coklat panas. Ah sial mengapa uangku pecahan besar? Toko ini kecil, jangan-jangan nanti tidak ada kembalian. “Mianhae ahjussi, tidak adakah pecahan kecil?” jawab gadis kecil itu. Benarkan? Kuputuskan untuk membeli 2 cup coklat panas sehingga masih ada kembaliannya. Dan saat ku keluar dari toko, BRRUUUKKK.
“Appo!” ujarnya saat dia sukses jatuh di trotoar ini. “Gwaencana?” sapaku. Dia menatapku “Minho-ssi?”  Ommo! Bukankah dia Taemin?
***
Author POV
Dua namja itu tengah berjalan bersama menuju apartemen Taemin. Sesekali Taemin meminum coklat panas yang diberikan Minho padanya. Kebetulan sekali Minho membeli 2 cup coklat panas sehingga dapat diberikannya pada Taemin yang memang sedang kedinginan.
Hening. Taemin maupun Minho tidak ada yang memulai percakapan. Yang pasti Taemin sesekali melirik wajah tampan Minho itu. Merasa diperhatikan Minho balik menatapnya. Taemin yang sedang meliriknya sambil meminum coklat panas langsung tersedak akibat terkejut. Melihat itu, Minho tertawa renyah.
“Sebegitu terkejutnya kah kamu Taemin? Sampai tersedak begitu? Apa kamu memang daritadi memperhatikanku, eum?” Tanya Minho sambil menahan tawanya. “Aniyo!” sanggah Taemin sambil menunduk. Perlahan tapi pasti pipinya memerah. “Kudengar kamu dongsaeng Jinki hyung, benarkah?” Tanya Minho lagi sambil menatap Taemin. “Eum, aku dongsaengnya” jawabnya. “Aku kenal Jinki hyung. Dia pemain basket terkenal di kampus. Dia chingu ku” terang Minho. “Dan aku tahu Minho-ssi kamu pemilik kampus itu” jawab Taemin polos. “Sejak kapan kamu tahu? Bukannya tadi siang kamu tak mengenalku?” Minho heran dan berpikir sejenak. “Key?” – “Key hyung.” Kata Taemin dan Minho bersamaan. Keduanya bertatapan heran dan akhirnya tertawa bersama.
Keduanya sudah berada di depan apartemen Taemin. “Gomapta Minho-ssi sudah mengantarku pulang dan juga coklat panasnya” ujar Taemin sambil tersenyum. “Panggil hyung saja, ne, Taeminnie?” balas Minho sambil mengacak rambut Taemin. Pipi Taemin merona merah lalu ia mengangguk tanda setuju. Setelah itu mereka berdua berbalik dan berpisah.
‘hari ini, hari terakhir aku mencintaimu Key hyung, gomawo Minho hyung’ ujar Taemin dalam hati.
‘hari ini, aku menemukanmu. Dan hari ini awal kebersamaan kita, nae namja, Taemin’ ujar Minho dalam hati.
***
Author POV
Pagi ini udara sangat cerah. Sangat cocok untuk berolahraga pagi sekedar jogging atau hanya bermain diluar, tapi tidak untuk satu namja cantik ini. Taemin tetap pada posisi tidurnya ini. Dan akhirnya.. SRREEGG!! “YAA!! Tak bisakah kamu merasakan udara pagi yang cerah ini? Ya, Taemin-ah!! Palli ireona!!” dengan kasar Key membuka tirai kamar Taemin sehingga membuat mata Taemin terpaksa terbuka. Tetapi sekejap ia menarik selimut menutupi mukanya. Melihat itu Key langsung gemas dengannya. Sekali tarikan, selimut itu jatuh ke lantai dan akhirnya Key menguncang-guncang tubuh Taemin. “Palli ireona!! Ireona!!” dan terpaksa Taemin harus benar-benar bangun dari tidurnya.
Setelah membersihkan badannya, Taemin menuju dapur dan dengan manja bergelayut pada Key yang sibuk menyiapkan sarapan. “Omma,, Palli, Taeminie lapar” ucapnya. Key hanya mendengus mendengarnya. “Chakamman ne?” seraya mengusap rambut Taemin dan kembali melanjutkan memasaknya.
Sudah lewat sebulan dari saat-saat terberat Taemin dan Key. Dan sekarang Taemin sudah dapat melupakan sepenuhnya perasaannya pada Key dan menganggap Key itu sebagai omma-nya. Jinki yang melihat mereka hanya bisa tertawa. “Kalian mirip” ujarnya tanpa sadar. “SHIREO!” – “ANDWAE!” jawab Key dan Taemin bersamaan yang sukses membuat tawa Jinki pecah.
***
Taemin POV
“Hyung!” panggilku saat Minho hyung melihatnya tengah membaca di bangku taman. “Ne, annyeong Taeminie..” sapanya lembut. Akhir-akhir ini hubunganku dengan Minho hyung semakin akrab. Sebenarnya aku heran juga, sikap Minho hyung kepadaku yang sangat manis (menurutku) berbanding terbalik pada lainnya yang sangat dingin. Aku duduk disebelahnya. Berada di dekatnya sungguh nyaman. Sesaat setelahnya kami terus mengobrol dengan akrabnya.
“Hyung, aku haus. Aku ingin minum Banana Milk” rengekku padanya. “Kajja kita beli” ajaknya. Dan setelah itu ia menarik tanganku ke dalam genggamannya. Aku tertegun dibuatnya. Baru kali ini ada yang menggandeng tanganku. Jantung berdebar karenanya. “Waeyo Taemin-ah?” sapanya heran saat sadar aku yang berdiam tak bergerak ini. Aku salah tingkah dibuatnya. Aku menatap tanganku yang digenggamnya. Sepertinya dia sadar yang kumaksud, tetapi ia semakin mengenggam erat tanganku dan tersenyum. “Kajja!” ucapnya sambil tersenyum dan membuyarkan lamunanku. Tampan. Baru selangkah kami berjalan, “Minho-ah? Apa kabar?”  “Yuri? Yuri-ah?”
***
Author POV
“Minho-ah? Apa kabar?” Yeoja berparas cantik itu menghentikan langkah kaki Minho dan Taemin yang hendak pergi. Sejenak Minho menatapnya dan berfikir. Dan akhirnya, “Yuri? Yuri-ah? Kamu kapan datang, eum?” ucap Minho setengah berteriak. Genggaman tangannya dan Taemin ia lepaskan dan berganti memeluk yeoja cantik yang bernama Yuri tersebut. “Yuri-ah, bogoshippoyo” ucapnya saat masih dipelukan Yuri. Yuri tersenyum dan membalas pelukan Minho. “Nado, bogoshippoyo Minho-ah” ucapnya merdu. Taemin yang merasa tak dihiraukan hanya menatapnya miris. ‘siapa yeoja ini? Yuri noona? Nugu? Minho-ya, tak sadarkah kamu aku masih disini?’ batinnya. Dan bodohnya lagi Minho tak menghiraukan Taemin dan mengajak pergi Yuri setelah berpamitan terlebih dulu padanya. Taemin hanya bisa menatap punggung Minho yang perlahan menghilang. Dan entah mengapa Taemin merasa sakit di hatinya.
***
 Author POV
Taemin menunduk lesu memasuki apartemennya. Untuklah dia tidak melihat Jinki hyungnya dan Key sedang berciuman dengan ganasnya di depan TV. Mengetahui Taemin pulang dengan wajah lesu, Key segera menyudahi ‘ritual’nya dengan Jinki dan terheran-heran.
“Taeminie baby, gwaencana? Kamu kenapa?” Key yang tak tahan melihat Taemin lesu akhirnya menghampirinya. “Omma, omma dan Minho berteman kan? Omma kenal dengan Yuri Noona?” Taemin akhirnya memberanikan diri bertanya. Mendengar nama Yuri disebut, Key sedikit terkejut. Tapi ia berusaha meredam emosinya di depan Taemin. “Yuri? Setauku dia berteman dengan Minho sejak SMA.” Jawabnya sedatar mungkin. Jinki yang merasa aneh dengan jawaban Key, mengerutkan keningnya. “Yuri? Bukankah dia man…” – “YAA, LEE JINKI!! Buatkan Taeminie coklat panas eum? Lihat dia pucat kedinginan” mata kucing Key langsung tajam menusuk retina Jinki seolah berkata diam-atau-kau-kubunuh-sekarang-juga. “A.. Arraseo…” jawab Jinki sedikit gugup. Taemin yang melihat kedua hyungnya itu heran. Setelah meminum coklat panas bikinan Jinki, Teamin langsung masuk ke kamarnya.
“Chagiya, kenapa Yuri datang kesini lagi? Bukankah dia sudah pindah ke Jepang?” suara Key sedikit was-was. “Entahlah, yang jelas kita jangan beritahu Taemin dulu siapa Yuri.” Ucap Jinki serius. Mendengar itu Key memejamkan mata sebal, “YA! Tadi siapa yang mau bilang kalau Yuri itu mantan Minho sekaligus tunangannya?” Jinki langsung menunduk “Mianhae..” ucapnya lirih. Tanpa mereka ketahui, Taemin yang ingin mengambil mantelnya yang ketinggalan di dapur, mendengar semua percakapan mereka di balik dinding. “Tunangan?” bisiknya sambil menahan air matanya.
***
~Flashback On~
“Chagiya, siapa namja yang membuat janji itu harus kita penuhi?” Tanya Jinki dengan mata serius. Aku tersenyum. “Minho. Choi Minho” jawabku mantap. “MWORAGO???” Jinki setengah tak percaya.
“Chagiya, kenapa kamu yakin Minho mencintai Taemin?” ucap Jinki seraya mengkerutkan keningnya pertanda ia heran dengan kekasihnya Key. “Tadi aku, Tae, dan dia sekelas, saat aku berbicara dengan Taemin, Minho selalu memperhatikannya sampai-sampai aku disapanya dengan dingin. Kau tahu kan dia tidak pernah dingin ke kita? Selain itu dia kuperhatikan selalu meilirik arah Taemin sambil tersenyum. Dan aku yakin dia mencintai Taemin” jelas Key mantap. Jinki menghela nafas berat. “Chagiya, kamu lupa dengan Yuri? Minho sudah bertunangan dengannya. Kamu harus ingat itu. Aku tak mau melihat dongsaengku menangis nantinya.” Ucap Jinki berat. “Wanita jalang itu hanya mengincar harta Minho. Tak kan kubiarkan dia menyakiti Taemin. Lagipula aku yakin Minho mencintai Taemin. Tapi jika dia menyakiti Taeminie baby, aku yang akan buat perhitungan dengannya.” Ujar Key menahan emosi sedangkan Jinki khawatir akan Taemin. “Yuri, semoga kau tidak pernah kembali dan melakukan hal gila lagi seperti saat kau membuat depresi wanita pujaan Minho dulu sampai akhirnya bunuh diri.” Ucapnya lirih.
~Flashback Off~
***
Author POV
Seminggu setelah kepulangan Yuri, Taemin tidak pernah bertemu dengan Minho lagi. Taemin melalui hari-harinya dengan tidak semangat seperti saat ada Minho. “Taemin-ah! Ke café yuk! Tampaknya kamu perlu hiburan” ajak seorang namja tampan, Kai, sahabat Taemin. “Eum..” gumam Taemin sambil mengangguk tanda setuju. Kai yang melihatnya jadi gemas, segera menarik Taemin dan menggandeng tangannya, “Kajja!!”
Kliing kliing. Bunyi lonceng café tanda adanya customer datang, yaitu Taemin dan Kai. Kai yang masih menggandeng tangan Taemin menarik lembut Taemin untuk masuk café itu. Kai tersenyum manis pada Taemin dan itu… Tampan. Dan pada saat yang bersamaan, Kliing Kliing. Lonceng berbunyi lagi dan ada costomer lain yang datang. Taemin yang melihat itu sangat terkejut, karena yang datang adalah Minho dan Yuri. Dan mereka bergandengan tangan mesra. Mata Taemin tidak sengaja bertemu dengan mata Minho. Seketika Taemin mengalihkan pandangannya dan menarik Kai untuk duduk di tempat kosong yang ada di pojok café. Minho menatap punggung itu sayu. Jelas Minho merindukan Taemin disisinya. Yuri yang menyadari ada yang aneh dengan tatapan Minho, melirik Taemin yang duduk di pojok dengan Kai. Mata Yuri menatap tajam Taemin yang sedang meminum Banana Milk pesanannya. “Kau selanjutnya” gumamnya.
***
Yuri POV
“Sudah kamu selidiki siapa dia?” tanyaku pada sekretaris pribadiku. “Sudah noona, Lee Taemin, adik dari Lee Jinki, mereka tinggal bersama di sebuah apartemen, orang tuanya telah tiada. Dia di kampus yang sama dengan tuan Minho. Dulu dia mencintai Kim Keybum yang merupakan kekasih dari kakaknya Lee Jinki. Tuan Minho dan Lee Taemin memang dekat akhir-akhir ini” katanya. “Mworago? Jadi dia telah berani mengusik Minho ku? Babo namja. Dia cari mati” gumamku. Taemin, asal kamu tahu, siapapun yang mendekati Minho ku, mereka akan menyesal seumur hidup.
***
Taemin POV
Sudah seminggu sejak aku bertemu dengan Minho hyung dan Yuri noona di café itu. Rasanya mereka sangat dekat. Minho hyung, tidakkah kamu tau aku merindukan saat-saat kebersamaan kita? Tampaknya hanya aku yang merindukanmu.
Kulangkahkan kakiku menuju kelas selanjutnya. Saat sudah sampai, entah kenapa banyak pasang mata yang menatapku. Aku tak dapat membaca apa arti tatapan mereka. Sampai saat aku berbalik melihat tulisan di papan. Datang dan hadiri pesta besar Choi Minho dan Kwon Yuri malam minggu nanti di Blits Café! “Ige mwoya?” gumamku saat membaca tulisan itu. “Tampaknya Minho hyung akan mengadakan pesta besar. Kudengar mereka tunangan.” Kuberbalik melihat sosok yang berbicara padaku. “Ne, mungkin saja itu Kai” ucapku lirih. “Ya, Taemin-ah. Bukannya Minho hyung dekat denganmu?” yeoja yang bernama Sulli itu bertanya padaku. Ku lihat semua yang ada di kelas tampaknya meminta penjelasanku juga. “Aniyo, kami hanya teman. Yuri noona memang tunangannya” badanku bergetar saat mengatakan itu. Sakit rasanya. Kuputuskan untuk keluar dan tidak mengikuti kelas itu. Sampai ada tangan dan menghentikanku. “Datanglah ke pesta itu denganku, Taemin-ah”
***
Author POV
Taemin tengah berdiri di depan cermin kamarnya. Pakaian yang dikenakannya terlihat sempurna membungkus tubuhnya. Setelan kaos putih dan blazer putih berpadu dengan celana jean hitam ketat membuatnya terlihat tampan. Beberapa saat kemudian dia keluar menuju mobil yang telah menunggunya. Turunlah namja tampan yang langsung menyambut kedatangan Taemin. “Annyeong Taem” Kai tersenyum semanis mungkin. Taemin balik tersenyum padanya. Setelah keduanya masuk mobil, dengan sigap Kai menginjak gas dan segera menuju Blits Café. Ya, Kai yang mengajak Taemin untuk datang ke pesta Minho dan Yuri. Taemin menghela nafas berat. Akhirnya dia putuskan untuk datang ke pesta itu.
***
Minho POV
“Minho-ya, pesta yang keren.” Kubalas senyuman padanya. Entah sudah berapa kali aku terpaksa tersenyum pada banyak orang disini. Yuri, tanpa persetujuanku menggelar pesta ini atas nama kami. Dan terpaksa aku datang juga. Tapi disela musik keras dan banyaknya orang yang mengobrol disini, mataku hanya tertuju pada sosok cantik yang tengah duduk bersama temannya di bar. Taemin, betapa kurindukan sosok itu. Mataku tetap memperhatikannya. Ingin rasanya kumendekat, tapi itu tidak mungkin jika Yuri masih setia disisiku. ‘Taemin-ah’ gumamku. Sampai akhirnya dapat kulihat dengan jelas tubuhnya yang bangkit, berjalan terhuyung dan akhirnya terjatuh di dekapan namja itu. “Taemin-ah, gwaencana?” tanpa sadar aku telah berlari kearahnya dan sekarang dia tepat dihadapanku. Kuakui saat ini pikiranku panik. Kucengkram pundaknya tanpa mempedulikan namja yang tengah mendekapnya itu. “Hyungie? Hiks.. Chukae hyung.. Semoga pernikahanmu berjalan lancar..” matanya berair, bau alkhohol sangat tercium dari bibir plum itu. Aku terdiam mendengar itu. Tubuhku bergetar menahan semua emosiku. “Go.. Gomawo Taeminnie..” ucapku lirih. Tidak, bukan itu yang ingin kuucapkan. Jebal, jangan menyelamatiku seperti itu Teamin-ah. “Kai, bawa aku.. hiks.. pulang.” Ucapnya pada namja yang tengah mendekapnya. Aku berdiri dan perlahan aku berbalik dan pergi menjauh dari tubuh itu. Air mataku tak dapat kupendung lagi.
***
Author POV
Yuri melihat dengan jelas air mata itu. “Jadi kamu benar-benar mencintai namja itu Minho? Cih..” ucapnya pelan tapi sinis. “Apa kamu tau kamu hanya pelariannya? Yang dia cintai hanya Kim Keybum-ssi. Pacar hyungnya sendiri” jelas Yuri dengan mata seolah meremehkan Taemin. Minho membelalakan mata besarnya. “Apa maksudmu? Key?” Tanya Minho dengan nada tinggi. Yuri hanya tersenyum mengangkat kedua bahunya. “Itu yang ku tahu.” Ucapnya yang membuat Minho tampak linglung. Dan sedetik kemudian Minho berlari menuju parkiran dimana ia yakin Taemin dan Kai masih ada disana.
***
“Kajima Taem, kamu tidak perlu menangisinya.” Kai mengelus rambut Taemin yang sedang menangis. Taemin tidak menggubris perkataan Kai. Kai hanya bisa menghelas nafas melihat namja itu terus menangisi Minho. Ia menghapus air mata Taemin lembut dan menatapnya. ‘Kamu cantik Taemin-ah walau sedang menangis’ pikirnya. Ia mengangkat dagu Taemin dan mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin. Dan sedetik kemudian dia mencium lembut bibir Taemin. Taemin yang terkejut hanya bisa membuka matanya lebih lebar. Dan pada akhirnya, Bbuuakk! Tinjuan keras mendarat di pipi Kai. Taemin yang terkejut hanya bisa menutup matanya.
“Jangan pernah kau sentuh Taemin dengan tangan dan bibirmu yang kotor itu!” bentak namja itu dan menarik tangan Taemin dan keluar dari parkiran itu.
***
Setelah lumayan jauh, namja itu melepaskan genggaman tangannya di tangan Taemin. “Seharusnya aku melarangmu datang ke pesta itu. Seharusnya aku datang lebih awal sehingga kamu tidak dicium oleh Kai itu” ucap namja itu lirih sambil memegang pipi Taemin. “Gwaencana hyung.” Ucap Taemin dengan senyuman yang dipaksakan. Namja itu terkekeh melihat Taemin yang menurutnya lucu dengan muka yang tersenyum tetapi air mata yang terus keluar. Melihat ia ditertawakan, Taemin menggembungkan pipinya sebal. “Yaa! Berhenti tertawa Key Hyung!!” bentaknya. “Hahaha.. Mianhae baby.” Ujar Key sambil berusaha menahan tawanya dan memeluk Taemin yang terlihat kedinginan. “Kau pasti kedinginan, eum?” kata Key lembut. Taemin yang merasa kedinginan hanya mengangguk dan memeluk balik Key sambil tersenyum. “Aigoo kyeopta! Kajja pulang.” Ujar Key seraya mencubit pipi Taemin.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka berdua dari tadi saat masih di parkiran. Tangannya mengepal. “Jadi dia yang kamu cintai, Taem?” gumam Minho seraya menahan air matanya.
***
Sudah 3 hari setelah pesta itu. Taemin melangkahkan kakinya dengan malas di kampus ini. Sampai akhirnya dia melihat kerumunan orang di depan papan pengumuman. Dia tertarik untuk ikut membaca ada pengumuman apa. Dan setelah berusaha masuk di antara kerumunan orang lalu membacanya, tubuh Taemin bergetar. Matanya mulai berair. “Hyung…” ujarnya lirih.
Akhirnya! Choi Minho dan Kwon Yuri akan menikah! Agustus 21st 2013.
“Dua minggu lagi, eum?” kata Jinki lirih seraya membaca selebaran di tangan Key. Key yang membacanya tidak bisa menahan amarahnya. Dengan kasar ia meremas selebaran itu dan pergi meninggalkan Jinki dan mencari sosok itu. Choi Minho.
***
~Flashback On~
Saat pesta berlangsung, Taemin pergi ke toilet tidak sengaja berpapasan dengan Yuri. “Taemin-ssi? Ada yang ingin aku bicarakan. Aku dan Minho segera menikah. Kemungkinan bulan depan. Aku harap kamu senang mendengarnya. Pesta ini pesta menyambut hari pernikahan itu. Dengan datangnya kamu di pesta ini, berarti kamu merestui kami. Gomawo Taemin-ssi” senyum Yuri licik dan meninggalkan Taemin yang hanya terbengong dan menahan air matanya.
~Flashback Off~
Taemin kembali mengingat perkataan Yuri tempo hari sambil menghela nafas. “Ternyata dia tidak bohong. Hyung.. kuharap kamu bahagia.” Taemin meninggalkan papan pengumunan itu dengan air mata yang telah membanjiri pipinya.
***
“YAA! CHOI MINHO!” Bentak Key yang telah menemukan sosok Minho di taman belakang kampus. Minho yang melihat Key segera bangkit dan hendak meninggalkannya tapi Key menghentikannya dan mereka tengah mengeluarkan aura kebencian. “Apa benar kau telah setuju menikah dengan Yuri?” ucap Key dengan nada tinggi. “Ya benar. Waeyo Keybum-ssi?” dengan nada penekanan di nama Key. Mendengar itu Key naik darah. “Ya Baboya? Bukannya kau sendiri yang bilang Yuri itu monster? Ingin meraup hartamu? Mengapa kau mau menikah dengan monster itu?” bentak Key dengan kasar. “Setidaknya dia tidak pernah mengkhianati aku” ucap Minho dengan dingin. Key tidak mengerti maksud Minho. “Kamu, Kim Keybum. Yang aku anggap teman, ternyata dibelakangku kau…” – “mencintai Taemin. Itukah yang akan kamu bicarakan Choi Minho?” suara itu memotong ucapan Minho. Sontak Key dan Minho menoleh ke asal suara. “Jinki Hyung?” kata Minho hyung. “Apa maksudmu?” kata Key kepada Jinki yang langsung dibalas senyuman Jinki.
“Minho, aku tahu saat kamu melihat Kai mencium Taemin. Kamu yang hendak menghajar Kai ternyata terdahului oleh Key. Dan kamu mengikutinya sampai mereka berhenti dan melihat Key yang memeluk Taemin begitu pula Taemin yang membalas pelukannya. Dan kamu mengira Key dan Taemin saling mencintai. Apa ada yang salah dari perkataanku, Choi Minho?” jelas Jinki yang membungkam Minho dan membuat Key terbelalak mendengarnya. Jinki menatap Key seolah berkata, ‘tenanglah baby’ sambil tersenyum.
“Kamu mencintai dongsaeng ku sejak saat kau bertemu dengannya di kelas. Dan terus sampai sekarang. Tapi kamu tidak bisa meninggalkan Yuri karena kamu tahu sikap monsternya yang bisa saja menyakiti Taemin sewaktu-waktu. Dan kamu memutuskan untuk menyelamatkan Taemin dengan meninggalkannya dan bersikap manis terhadap Yuri.” Lanjut Jinki.
“Minho-ya, asal kamu tahu, aku dan Taemin tidak ada perasaan apapun. Aku hanya mencintai hyungnya, Lee Jinki ini” Key merendahkan suaranya dan mendekat ke Jinki dan dibalas dengan senyuman Jinki. Minho bingung menundukan kepalanya dan tak tahu harus bagaimana. Melihat itu Jinki tersenyum.
“Apa kau tahu Taemin menangis melihat papan pengumuman itu?” sontak Minho mendongakkan ke arah Jinki. “Kamu dapat melihatnya sendiri, keluarlah Taemin-ah” ucap Jinki yang membuat Key, Minho bahkan Taemin yang bersembunyi di balik pohon terkejut. Perlahan Taemin keluar dan melihat Taemin dengan penuh air mata di pipinya, Minho tanpa sadar dia berlari padanya dan memeluk tubuh langsing itu. Taemin yang berada di pelukan itu kembali menangis dan mengeratkan pelukannya.
“Mianhae Taem, saranghae..” ucap Minho dalam pelukannya. Diciumnya bibir namja yang sangat dicintainya itu. Lembut dan hangat.
“Nado saranghae, hyung..” balas Taemin bahagia.
Jinki dan Key yang melihat itu memutuskan meninggalkan pasangan itu dengan senyuman. “Baby, kamu benar-benar keren” bisik Key seraya mencium pipi Jinki. Dan Jinki membalas ciuman Key di bibirnya singkat dan membuat Key tertunduk malu.
***
~Epilog~
Yuri tersenyum melihat pengumuman pernikahannya yang ia pasang di papan pengumuman itu. Tiba-tiba ada tangan yang memegang pengumuman itu dan BBRRREEEKKKK di sobeknya kasar kertas itu. Yuri membulatkan matanya melihat sosok itu. Minho dan dibelakangnya Taemin tampak terkejut juga. Minho melihat Yuri sekilas, “Aku batalkan pernikahan kita.” Ucapnya tajam meninggalkan Yuri yang terbengong tak percaya. Minho menarik Taemin di dalam dekapannya. Sorakan riuh mengiringi kepergian pasangan itu. “Gomawo hyung.” senyum Taemin mengembang menatap Minho yang sedari tadi memeluknya. “Saranghae nae namja, jeongmal saranghae Taemin-ah.” Minho sambil mengecup pucuk kepala Taemin. “Nado hyung.”


END