Friday, June 28, 2013

Nae Namja

Cast     : 2MIN (YAOI)
Cameo : Lee Jinki; Kim Key Bum; Kai
Genre   : Romance (?)

Annyeong chingudeul...!! Ini FF debut aku... YAOI pastinya... jangan jadi silent reader ya..??? ^___^ aku sangat mengharap tanggapan kalian ne..??  
Happy Reading chingudeul....!!! ^____^


***
Author POV
Dukk dukk dukk..
Deru bola basket terus menggema di lapangan basket indoor kampus ini. Teriakan para penonton tak henti-hentinya menyemangati setiap pemain yang sedang bertanding itu.
“Jinki oppa!! Fighting!” teriak para yeoja yang duduk di bangku penonton tersebut. Tak lama setelahnya, BLASSTT  bola tersebut masuk mulus dalam ring basket. Three Point berhasil didapat dengan mudah oleh namja berperawakan sempurna tersebut sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan besar 77 – 48 atas tim lawan. Lee Jinki, bintang basket kampus itu tersenyum bangga. Sejurus kemudian timnya memeluknya. “Daebak hyung! Kamu memang juaranya” seru para pemain itu. “Aniyo, itu hanya keberuntunganku saja” jawab Lee Jinki dengan senyuman yang dapat dipastikan mampu menggetarkan hati yang melihatnya.
Beberapa saat setelahnya, Lee Jinki dan timnya sudah berganti pakaian dan bersiap untuk pulang. “Hyung, terima kasih untuk pertandingan hari ini.” kata juniornya saat akan berpamitan dengan Jinki. “Ne, kamu pulanglah dulu dan istirahatlah, aku masih harus menunggu seseorang.” jawab Jinki seraya menebarkan pandangannya mencari sesosok orang yang dimaksud. “Arraseoyo hyung. Annyeong~!” dengan lambaian tangan juniornya meninggalkan Jinki yang masih sibuk mencari temannya.
Tiba-tiba Jinki merasa ada benda dingin menempel di pipinya. “Chukae hyung. Kemenangan besar lagi”. Jinki membalikan tubuhnya menghadap sosok yang ia cari tadi dan menerima benda dingin yang ternyata sekaleng Colla. “Gomawo chagiya” ucap Jinki halus seraya mengusap rambut orang itu dengan penuh kasih sayang. Sejurus kemudian rona merah menghiasi pipi mulus namja itu. Jinki tersenyum, dia sangat suka menggoda namja ini.
“Ya!! Lee Jinki. Jangan memanggilku seolah aku pacarmu!” bentak namja itu keras dan membuat Jinki harus mundur beberapa langkah sambil menutup mata dan kupingnya. “Aigoo~ Teamin-ah kamu tambah mirip dengannya. Kyeopta..” seraya mencubit hidung mancung namja yang ternyata bernama Lee Taemin itu. Teamin adalah adik kandung Jinki.
“Mworago? ANDWAE..!! Jangan sekali-kali samakan aku dengan namja cerewet pacarmu itu hyung!” bentak Taemin pada hyungnya itu yang berhasil membuat Jinki kembali menutup kupingnya. “Ya!! Siapa yang kamu maksud namja cerewet, baby?” pelukan mendarat mulus di badan mungil Teamin yang langsung membuat bergidik ngeri. Perlahan Teamin memalingkan muka menghadap namja yang sedang memeluknya dari belakang itu. “Waeyo Teamin-ah?” mata kucing nan tajam langsung menembus retina Teamin. Sontak ia langsung menegang dan membatu di tempatnya. “A.. Aniyo hyung. A.. Aku hanya..” suara Teamin yang berbata-bata membuat Jinki yang melihatnya tidak dapat menahan tawanya. “HHYYYUUUNNNGG!!!!!” bentakan langsung keluar dari dua mulut namja berparas cantik itu berhasil membuat Jinki menghentikan tawanya dan menundukan kepalanya. “Eum.. Mian.” Jawabnya. Namja itu langsung melepaskan pelukannya pada Teamin. “Jinki Hyung, Chukae atas kemenangannya.” Namja itu berubah menjadi manja saat bersama dengan Jinki. Teamin hanya bisa mendengus melihat dua orang itu. “Ne, gomawo Key.” Seutas senyum tertera dibibir Jinki yang menambah ketampanannya itu. Merasa diabaikan, Teamin melangkah pergi meninggalkan kedua namja tadi. Entah mengapa langkahnya terkesan lemas.
***
Teamin POV
‘Lagi-lagi aku harus melihat adegan kemesraan Jinki hyung dengan Key hyung. Argh.. Tak bisakah mereka menyadari perasaanku?’
Kuhempaskan tubuhku ke rumput di taman kampus belakang ini. Sejuk dan tentram. Kupejamkan mataku. Key, Kim Keybum hyung. Namja cantik itu selalu bisa membuatku tak berkutik. Mata tajamnya selalu bisa membuatku berdebar. Cantik. Dia memang sangat cantik. Aku sendiri tak tahu mengapa bisa jatuh cinta pada namja cantik itu. Kubalikkan tubuhku menyamping dengan masih mata tertutup. ‘Key hyung. Berhentilah menyiksa hatiku’.
***
Author POV
Teamin tertidur di rumput taman itu. Tanpa ia ketahui ada langkah kaki di belakang tubuhnya yang mendekat padanya. Namja itu keheranan mengapa ada orang aneh yang mau tidur di rumput taman belakang kampus ini. ‘Tidak malukah dia’ pikirnya. Namja itu melangkahkan kakinya menuju sisi lain yang dapat melihat wajah namja yang tertidur itu. ‘Teamin-ah?’ pikirnya keheranan. Entah mengapa bibirnya menyunggingkan seutas senyum melihat wajah tentram Teamin yang tertidur itu. “Key hyung.” Gumam Teamin yang sontak membuat namja tadi tertegun mendengarnya. Namja itu menatap Teamin sendu. Terlihat dari sorot matanya yang meredup. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Teamin yang tertidur. Menyentuhkan bibirnya di bibir plum Teamin sekilas “Mianhae Taem” dan langsung berbalik meninggalkan Teamin yang masih tertidur. Melangkah menjauh dan menghilang dibalik lorong kampus.
***
Teamin POV
“Ommo!! Gawat, aku telat masuk kelas. Arghh bisa-bisanya aku tertidur disini! Jangan sampai awal semester ini sudah ku ukir dengan telat masuk kelas!” umpatku yang baru saja terbangun. Langsung saja aku berlari secepatnya menuju kelas. Tak kupedulikan mata-mata orang yang heran memandangku yang tengah berlarian di lorong kampus ini. Dan akhirnya aku sampai di kelas ini. “Syukuuurrllaahhh.” Kataku lega sambil duduk di bangku paling belakang. Ya benar, hobbiku duduk di paling belakang  Ku pasang headshet dan kuputar lagu-lagu SHINee. Aku memang suka dengan grup SHINee ini. Seandainya saja aku bisa masuk SM Entertaimen, hal pertama yang aku ingin lakukan memeluk personil SHINee satu-persatu. Hehehe..
‘Tunggu, sepertinya ada yang memperhatikanku daritadi’ pikirku. Kupalingkan wajahku ke kananku. Benar saja ada orang yang sedang memperhatikanku. Tampaknya dia tak sadar sekarang aku juga melihatnya. Dia malah tersenyum. “YA!! Apa yang kau lihat?” bentakku. “Ani, aku hanya memperhatikanmu. Kamu.. eum.. Cantik..” jawabnya sambil tersenyum. Aku tertegun. Senyumnya sungguh menawan. Jika aku wanita, aku pasti sudah meleleh. Eh.. tapi tunggu.. Cantik? Dia bilang aku cantik?
“YAA!!! Kamu mau mati, hah?” bentakku. “Kenalkan aku Minho. Choi Minho.”
***
Minho POV
“Kenalkan aku Minho. Choi Minho”. Entah kenapa aku tertarik pada namja satu ini. Badannya yang mungil dan langsing mirip seorang wanita. Kulit putih bersihnya dan yang paling menarik adalah bibirnya yang plump itu. Apa benar dia namja? Yang jelas aku harus berkenalan dulu dengannya. Kuberikan senyum termanisku padanya yang masih tertegun melihatku. Apa aku begitu membuatnya terkejut?
“Annyeong Taem, kau disini? Ternyata kita sekelas” namja itu menyapanya. Key. Siapa yang tidak tahu dia. Pacar dari bintang basket kampus ini, Lee Jinki. Dia juga chingu ku. Mungkin dia tidak sadar ada aku disini. Tapi dia tadi memanggil namja cantik ini dengan Taem? Taem siapa?
“Annyeong Key hyung. Tidak bersama Jinki hyung?” sapanya dengan senyuman. “Jinki? Aigoo Taemin-ah, kamu tau hyung-mu itu angkatan di atasmu bahkan di atasku. Mana mungkin dia di kelas ini juga. Lagian aku mengambil kuliah ini lagi gara-gara nilaiku yang jelek” jawab Key lesu sambil duduk disebelah namja cantik yang baru kutahu namanya Teamin. “Ah, benar juga. Hahaha” tertawa. Tawanya sangat menawan. Aku hanya bisa melihat percakapan mereka sambil tersenyum sendiri.
“Ommo.. Ya Minho. Kamu mengulang kuliah ini juga?” sepertinya Key baru menyadari keberadaanku. Aku hanya tersenyum membalas sapaan Key. Ya aku dan Key sebenarnya tingkatan diatas Teamin yang mengulang kuliah ini. Sepertinya Key dekat dengan Teamin. Mungkin aku bisa mencari tahu tentang Teamin pada Key. Semoga dia bisa membantuku.
***
Author POV
“Key hyung mengenal namja tadi?” Tanya Teamin saat mereka telah berada di mobil dalam perjalanan pulang menuju rumah Teamin. “Namja? Maksudmu Minho? Jadi kamu tidak pernah mengetahui tentang Minho di kampus?” Tanya Key yang malah heran dengan pertanyaan polos Teamin. “Haruskah aku mengetahui tentangnya? Lagian siapa dia harus aku ketahui? Aku hanya heran dengan sikapnya yang sok akrab kepadaku tetapi cukup dingin padamu.” Key yang sedang menyetir, menatap Teamin heran sekilas lalu fokus kembali pada jalanan.
“Minho. Choi Minho. Namja itu merupakan namja nomor 1 di kampus kita. Jinki hyung-mu saja nomor 2. Bagaimana bisa kamu tidak mengetahui Minho? Minho itu pewaris tunggal kekayaan keluarga Choi yang terkenal itu. Salah satunya kampus yang kita huni itu. Dia terkenal dengan sifat cueknya. Tetapi itu tidak mengurangi pamor ketenarannya. Cuma kamu namja cupu yang tak mengetahui keberadaannya.” Jelas Key seraya mengacak rambut Teamin dari samping tanpa melepas pandangannya dari jalanan. “YA!! Berhentilah memanggilku cupu.” Elak Taemin sambil membetulkan rambutnya. Key sekilas menatap Taemin lagi. Taemin yang heran hanya bisa menatap Key dengan kebingungan. Key menarik nafas dan mulai menjelaskan kembali.
“Minho itu cuek dan dingin. Hanya beberapa orang yang ia tanggapi saat berbicara dengannya. Salah satunya aku dan hyung-mu Jinki. Sebenarnya tadi dia tidak dingin padaku, aku tahu itu. Hanya saja..” Key tidak melanjutkan penjelasannya dan kembali melihat Taemin sekilas. “Hanya saja ia serius memperhatikanmu Taem” ujar Key sambil mengelus rambut Taemin tanpa melepas pandangannya dari jalanan. Sorot mata Key tidak bisa diartikan oleh Taemin.
Diperlakukan seperti itu, Taemin berdebar kembali. Key, pacar hyungnya yang manja, selalu tampak manly dihadapan Taemin. Hal inilah yang membuat Taemin jatuh hati. Padahal ia tahu kalau ini tidak boleh. Bagaimanapun Key adalah namjachingu hyung-nya, Jinki.
***
Key POV
Kuhentikan mobilku di depan apartemen Taemin. Taemin, Kenapa saat dengannya sikap manly-ku selalu muncul. Aku tak mengerti dengan sikapku ini. Kupalingkan wajahku menatapnya yang sekarang sedang menatapku. Ah.. mata itu. Sama dengan Jinki hyung. Jangan menatapku seperti itu.
Kucium sekilas bibirnya, hanya menyentuhkan bibirku dengan bibirnya. Taemin sangat terkejut dan membuka matanya lebar-lebar. Kutarik nafasku dalam-dalam, “Taem, berhentilah”. Ucapku yang membuatnya terlonjak dari lamunannya. Dia sekarang tertunduk dengan pipinya yang memerah. Argh.. aku tak suka situasi ini. “Key hyung, mianhae” ujarnya lirih. Arghh.. aku bisa gila dengan ini semua. Ini harus berakhir. Harus.
Kucengkram bahunya. Tampaknya ia terkejut dengan perlakuanku. Sudahlah, aku harus menghentikannya. Sudah cukup. “Taem, aku tak bisa menjadi semme –mu. Yang kucinta hanya Jinki hyung. Hyung-mu sendiri. Jangan memintaku lebih dari ini. Aku sudah berusaha menjadi manly di depanmu, tapi itu bukan aku. Jeongmal mianhae Taemin-ah” ucapku bergetar. Kutatap wajahnya. Matanya bergelinang air mata. Aku menyakitinya. Taemin dan Jinki merupakan teman masa kecilku. Dari dulu kami dekat dan selalu bersama. Dari awal yang kucintai adalah hyung-nya. Lee Jinki. Sampai akhirnya kami berpacaran tanpa sepengetahuan Taemin. Beberapa minggu kemudian aku memberitahunya, tapi tanpa kuduga Taemin menyatakan cintanya padaku. Bodohnya aku tidak tegas menolaknya. Rasa sayangku sebatas kakak padanya. Itulah yang mendorongku bersikap manly di depannya. Tapi itu membuat dia semakin mencintaiku. Dan aku harus menghentikannya sekarang. Ini waktu yang tepat.
“Key hyung. Mianhae atas perasaanku. Gomawo atas kebaikanmu. Aku akan mencobanya”. Ucapnya lirih dan langsung meninggalkanku berlari keluar dan aku tahu itu arah taman yang menjadi tempat perenungan biasanya. Taemin, jeongmal mianhae.
Tiba-tiba ada tangan yang memelukku dari belakang. Tanpa membalikkan pandanganku pun aku tahu itu Jinki hyung. “Aku sudah tepati janjiku hyung. Tapi aku tidak tega pada Taemin. Lihat dia menangis dan rapuh” ucapku bergetar. Ya benar, Jinki mengetahui kalau dongsaeng kesayangannya juga mencintai aku, kekasihnya. Saat itu aku berjanji, disaat datang orang yang tepat dan mencintai Taemin seutuhnya, aku akan meninggalkannya dan Jinki menyetujuinya.
“Sudahlah chagiya, Taemin pasti bisa melaluinya. Lagipula kamu hanya milikku dan mencintaiku, eum?” tangan Jinki membalikan tubuhku dan memelukku erat. “Arra hyung, saranghae” ujarku bahagia. Akhirnya kepura-puraanku selama ini berakhir.
“Ya..! Jangan menangisi dongsaeng-ku terus! Aku namjachingumu! Aku semme-mu. Dan satu lagi, sudah berapa kali kamu menciumnya? Aku tidak terima!” seraya mencubit hidungku. Aku tertawa, pasti ia tadi mengintipku mencium Taemin. Aku tahu terkadang dia tertekan dengan aktingku yang memanjakan Taemin seolah aku semme-nya. “Hanya 2 kali chagiya, tadi siang dan barusan” ujarku sambil menawan tawa. Aku tahu dia cemburu. “YAA!! Mengapa harus lebih dari satu? Kamu tau aku cem… mmmppffhh” ku bungkam bibirnya dengan bibirku sekilas. Dan itu membuatnya terkejut. Ah.. kyeopta!
 “Chagiya, siapa namja yang membuat janji itu harus kita penuhi?” Tanya Jinki dengan mata serius. Aku tersenyum. “Minho. Choi Minho” jawabku mantap. “MWORAGO???”
***
Taemin POV
Aku berlari menuju taman ini. Termenung di ayunan ini. Sudah berapa jam aku disini? Sudah berapa tetes air mataku yang jatuh? Sakit. Dingin. Aku tahu ini pasti akan datang. Key hyung benar. Memang aku yang salah mencintainya dan harus membuatnya seolah manly di depanku. Tuhan, tolong buat aku melupakannya. Ku hapus air mataku kasar. Ini terakhir kalinya aku menangisinya. Terakhir kali aku mencintainya. Setelah ini aku harus menganggapnya sebagai kakak iparku. Memang ini yang harus kulakukan dari dulu. Kulangkahkan kakiku pulang, Ah, mengapa hari ini sangat dingin? Kumasukkan tanganku ke saku mantel tebalku. Kembali kulangkahkan kakiku, tapi BRRUUKKK. Pantatku jatuh dengan keras ke trotoar ini. “Appo!!” gumamku sambil mengelus pantatku. “Gwaencana?”  Suara itu, sepertinya aku pernah mendengarnya. Kuangkat wajahku menatap namja yang menabrakku sampai terjatuh. “Minho-ssi?”
***
Minho POV
Ah, malam ini sungguh dingin. Tampaknya coklat panas dapat menghangatkanku. Kumasuki toko depanku ini dan membeli coklat panas. Ah sial mengapa uangku pecahan besar? Toko ini kecil, jangan-jangan nanti tidak ada kembalian. “Mianhae ahjussi, tidak adakah pecahan kecil?” jawab gadis kecil itu. Benarkan? Kuputuskan untuk membeli 2 cup coklat panas sehingga masih ada kembaliannya. Dan saat ku keluar dari toko, BRRUUUKKK.
“Appo!” ujarnya saat dia sukses jatuh di trotoar ini. “Gwaencana?” sapaku. Dia menatapku “Minho-ssi?”  Ommo! Bukankah dia Taemin?
***
Author POV
Dua namja itu tengah berjalan bersama menuju apartemen Taemin. Sesekali Taemin meminum coklat panas yang diberikan Minho padanya. Kebetulan sekali Minho membeli 2 cup coklat panas sehingga dapat diberikannya pada Taemin yang memang sedang kedinginan.
Hening. Taemin maupun Minho tidak ada yang memulai percakapan. Yang pasti Taemin sesekali melirik wajah tampan Minho itu. Merasa diperhatikan Minho balik menatapnya. Taemin yang sedang meliriknya sambil meminum coklat panas langsung tersedak akibat terkejut. Melihat itu, Minho tertawa renyah.
“Sebegitu terkejutnya kah kamu Taemin? Sampai tersedak begitu? Apa kamu memang daritadi memperhatikanku, eum?” Tanya Minho sambil menahan tawanya. “Aniyo!” sanggah Taemin sambil menunduk. Perlahan tapi pasti pipinya memerah. “Kudengar kamu dongsaeng Jinki hyung, benarkah?” Tanya Minho lagi sambil menatap Taemin. “Eum, aku dongsaengnya” jawabnya. “Aku kenal Jinki hyung. Dia pemain basket terkenal di kampus. Dia chingu ku” terang Minho. “Dan aku tahu Minho-ssi kamu pemilik kampus itu” jawab Taemin polos. “Sejak kapan kamu tahu? Bukannya tadi siang kamu tak mengenalku?” Minho heran dan berpikir sejenak. “Key?” – “Key hyung.” Kata Taemin dan Minho bersamaan. Keduanya bertatapan heran dan akhirnya tertawa bersama.
Keduanya sudah berada di depan apartemen Taemin. “Gomapta Minho-ssi sudah mengantarku pulang dan juga coklat panasnya” ujar Taemin sambil tersenyum. “Panggil hyung saja, ne, Taeminnie?” balas Minho sambil mengacak rambut Taemin. Pipi Taemin merona merah lalu ia mengangguk tanda setuju. Setelah itu mereka berdua berbalik dan berpisah.
‘hari ini, hari terakhir aku mencintaimu Key hyung, gomawo Minho hyung’ ujar Taemin dalam hati.
‘hari ini, aku menemukanmu. Dan hari ini awal kebersamaan kita, nae namja, Taemin’ ujar Minho dalam hati.
***
Author POV
Pagi ini udara sangat cerah. Sangat cocok untuk berolahraga pagi sekedar jogging atau hanya bermain diluar, tapi tidak untuk satu namja cantik ini. Taemin tetap pada posisi tidurnya ini. Dan akhirnya.. SRREEGG!! “YAA!! Tak bisakah kamu merasakan udara pagi yang cerah ini? Ya, Taemin-ah!! Palli ireona!!” dengan kasar Key membuka tirai kamar Taemin sehingga membuat mata Taemin terpaksa terbuka. Tetapi sekejap ia menarik selimut menutupi mukanya. Melihat itu Key langsung gemas dengannya. Sekali tarikan, selimut itu jatuh ke lantai dan akhirnya Key menguncang-guncang tubuh Taemin. “Palli ireona!! Ireona!!” dan terpaksa Taemin harus benar-benar bangun dari tidurnya.
Setelah membersihkan badannya, Taemin menuju dapur dan dengan manja bergelayut pada Key yang sibuk menyiapkan sarapan. “Omma,, Palli, Taeminie lapar” ucapnya. Key hanya mendengus mendengarnya. “Chakamman ne?” seraya mengusap rambut Taemin dan kembali melanjutkan memasaknya.
Sudah lewat sebulan dari saat-saat terberat Taemin dan Key. Dan sekarang Taemin sudah dapat melupakan sepenuhnya perasaannya pada Key dan menganggap Key itu sebagai omma-nya. Jinki yang melihat mereka hanya bisa tertawa. “Kalian mirip” ujarnya tanpa sadar. “SHIREO!” – “ANDWAE!” jawab Key dan Taemin bersamaan yang sukses membuat tawa Jinki pecah.
***
Taemin POV
“Hyung!” panggilku saat Minho hyung melihatnya tengah membaca di bangku taman. “Ne, annyeong Taeminie..” sapanya lembut. Akhir-akhir ini hubunganku dengan Minho hyung semakin akrab. Sebenarnya aku heran juga, sikap Minho hyung kepadaku yang sangat manis (menurutku) berbanding terbalik pada lainnya yang sangat dingin. Aku duduk disebelahnya. Berada di dekatnya sungguh nyaman. Sesaat setelahnya kami terus mengobrol dengan akrabnya.
“Hyung, aku haus. Aku ingin minum Banana Milk” rengekku padanya. “Kajja kita beli” ajaknya. Dan setelah itu ia menarik tanganku ke dalam genggamannya. Aku tertegun dibuatnya. Baru kali ini ada yang menggandeng tanganku. Jantung berdebar karenanya. “Waeyo Taemin-ah?” sapanya heran saat sadar aku yang berdiam tak bergerak ini. Aku salah tingkah dibuatnya. Aku menatap tanganku yang digenggamnya. Sepertinya dia sadar yang kumaksud, tetapi ia semakin mengenggam erat tanganku dan tersenyum. “Kajja!” ucapnya sambil tersenyum dan membuyarkan lamunanku. Tampan. Baru selangkah kami berjalan, “Minho-ah? Apa kabar?”  “Yuri? Yuri-ah?”
***
Author POV
“Minho-ah? Apa kabar?” Yeoja berparas cantik itu menghentikan langkah kaki Minho dan Taemin yang hendak pergi. Sejenak Minho menatapnya dan berfikir. Dan akhirnya, “Yuri? Yuri-ah? Kamu kapan datang, eum?” ucap Minho setengah berteriak. Genggaman tangannya dan Taemin ia lepaskan dan berganti memeluk yeoja cantik yang bernama Yuri tersebut. “Yuri-ah, bogoshippoyo” ucapnya saat masih dipelukan Yuri. Yuri tersenyum dan membalas pelukan Minho. “Nado, bogoshippoyo Minho-ah” ucapnya merdu. Taemin yang merasa tak dihiraukan hanya menatapnya miris. ‘siapa yeoja ini? Yuri noona? Nugu? Minho-ya, tak sadarkah kamu aku masih disini?’ batinnya. Dan bodohnya lagi Minho tak menghiraukan Taemin dan mengajak pergi Yuri setelah berpamitan terlebih dulu padanya. Taemin hanya bisa menatap punggung Minho yang perlahan menghilang. Dan entah mengapa Taemin merasa sakit di hatinya.
***
 Author POV
Taemin menunduk lesu memasuki apartemennya. Untuklah dia tidak melihat Jinki hyungnya dan Key sedang berciuman dengan ganasnya di depan TV. Mengetahui Taemin pulang dengan wajah lesu, Key segera menyudahi ‘ritual’nya dengan Jinki dan terheran-heran.
“Taeminie baby, gwaencana? Kamu kenapa?” Key yang tak tahan melihat Taemin lesu akhirnya menghampirinya. “Omma, omma dan Minho berteman kan? Omma kenal dengan Yuri Noona?” Taemin akhirnya memberanikan diri bertanya. Mendengar nama Yuri disebut, Key sedikit terkejut. Tapi ia berusaha meredam emosinya di depan Taemin. “Yuri? Setauku dia berteman dengan Minho sejak SMA.” Jawabnya sedatar mungkin. Jinki yang merasa aneh dengan jawaban Key, mengerutkan keningnya. “Yuri? Bukankah dia man…” – “YAA, LEE JINKI!! Buatkan Taeminie coklat panas eum? Lihat dia pucat kedinginan” mata kucing Key langsung tajam menusuk retina Jinki seolah berkata diam-atau-kau-kubunuh-sekarang-juga. “A.. Arraseo…” jawab Jinki sedikit gugup. Taemin yang melihat kedua hyungnya itu heran. Setelah meminum coklat panas bikinan Jinki, Teamin langsung masuk ke kamarnya.
“Chagiya, kenapa Yuri datang kesini lagi? Bukankah dia sudah pindah ke Jepang?” suara Key sedikit was-was. “Entahlah, yang jelas kita jangan beritahu Taemin dulu siapa Yuri.” Ucap Jinki serius. Mendengar itu Key memejamkan mata sebal, “YA! Tadi siapa yang mau bilang kalau Yuri itu mantan Minho sekaligus tunangannya?” Jinki langsung menunduk “Mianhae..” ucapnya lirih. Tanpa mereka ketahui, Taemin yang ingin mengambil mantelnya yang ketinggalan di dapur, mendengar semua percakapan mereka di balik dinding. “Tunangan?” bisiknya sambil menahan air matanya.
***
~Flashback On~
“Chagiya, siapa namja yang membuat janji itu harus kita penuhi?” Tanya Jinki dengan mata serius. Aku tersenyum. “Minho. Choi Minho” jawabku mantap. “MWORAGO???” Jinki setengah tak percaya.
“Chagiya, kenapa kamu yakin Minho mencintai Taemin?” ucap Jinki seraya mengkerutkan keningnya pertanda ia heran dengan kekasihnya Key. “Tadi aku, Tae, dan dia sekelas, saat aku berbicara dengan Taemin, Minho selalu memperhatikannya sampai-sampai aku disapanya dengan dingin. Kau tahu kan dia tidak pernah dingin ke kita? Selain itu dia kuperhatikan selalu meilirik arah Taemin sambil tersenyum. Dan aku yakin dia mencintai Taemin” jelas Key mantap. Jinki menghela nafas berat. “Chagiya, kamu lupa dengan Yuri? Minho sudah bertunangan dengannya. Kamu harus ingat itu. Aku tak mau melihat dongsaengku menangis nantinya.” Ucap Jinki berat. “Wanita jalang itu hanya mengincar harta Minho. Tak kan kubiarkan dia menyakiti Taemin. Lagipula aku yakin Minho mencintai Taemin. Tapi jika dia menyakiti Taeminie baby, aku yang akan buat perhitungan dengannya.” Ujar Key menahan emosi sedangkan Jinki khawatir akan Taemin. “Yuri, semoga kau tidak pernah kembali dan melakukan hal gila lagi seperti saat kau membuat depresi wanita pujaan Minho dulu sampai akhirnya bunuh diri.” Ucapnya lirih.
~Flashback Off~
***
Author POV
Seminggu setelah kepulangan Yuri, Taemin tidak pernah bertemu dengan Minho lagi. Taemin melalui hari-harinya dengan tidak semangat seperti saat ada Minho. “Taemin-ah! Ke café yuk! Tampaknya kamu perlu hiburan” ajak seorang namja tampan, Kai, sahabat Taemin. “Eum..” gumam Taemin sambil mengangguk tanda setuju. Kai yang melihatnya jadi gemas, segera menarik Taemin dan menggandeng tangannya, “Kajja!!”
Kliing kliing. Bunyi lonceng café tanda adanya customer datang, yaitu Taemin dan Kai. Kai yang masih menggandeng tangan Taemin menarik lembut Taemin untuk masuk café itu. Kai tersenyum manis pada Taemin dan itu… Tampan. Dan pada saat yang bersamaan, Kliing Kliing. Lonceng berbunyi lagi dan ada costomer lain yang datang. Taemin yang melihat itu sangat terkejut, karena yang datang adalah Minho dan Yuri. Dan mereka bergandengan tangan mesra. Mata Taemin tidak sengaja bertemu dengan mata Minho. Seketika Taemin mengalihkan pandangannya dan menarik Kai untuk duduk di tempat kosong yang ada di pojok café. Minho menatap punggung itu sayu. Jelas Minho merindukan Taemin disisinya. Yuri yang menyadari ada yang aneh dengan tatapan Minho, melirik Taemin yang duduk di pojok dengan Kai. Mata Yuri menatap tajam Taemin yang sedang meminum Banana Milk pesanannya. “Kau selanjutnya” gumamnya.
***
Yuri POV
“Sudah kamu selidiki siapa dia?” tanyaku pada sekretaris pribadiku. “Sudah noona, Lee Taemin, adik dari Lee Jinki, mereka tinggal bersama di sebuah apartemen, orang tuanya telah tiada. Dia di kampus yang sama dengan tuan Minho. Dulu dia mencintai Kim Keybum yang merupakan kekasih dari kakaknya Lee Jinki. Tuan Minho dan Lee Taemin memang dekat akhir-akhir ini” katanya. “Mworago? Jadi dia telah berani mengusik Minho ku? Babo namja. Dia cari mati” gumamku. Taemin, asal kamu tahu, siapapun yang mendekati Minho ku, mereka akan menyesal seumur hidup.
***
Taemin POV
Sudah seminggu sejak aku bertemu dengan Minho hyung dan Yuri noona di café itu. Rasanya mereka sangat dekat. Minho hyung, tidakkah kamu tau aku merindukan saat-saat kebersamaan kita? Tampaknya hanya aku yang merindukanmu.
Kulangkahkan kakiku menuju kelas selanjutnya. Saat sudah sampai, entah kenapa banyak pasang mata yang menatapku. Aku tak dapat membaca apa arti tatapan mereka. Sampai saat aku berbalik melihat tulisan di papan. Datang dan hadiri pesta besar Choi Minho dan Kwon Yuri malam minggu nanti di Blits Café! “Ige mwoya?” gumamku saat membaca tulisan itu. “Tampaknya Minho hyung akan mengadakan pesta besar. Kudengar mereka tunangan.” Kuberbalik melihat sosok yang berbicara padaku. “Ne, mungkin saja itu Kai” ucapku lirih. “Ya, Taemin-ah. Bukannya Minho hyung dekat denganmu?” yeoja yang bernama Sulli itu bertanya padaku. Ku lihat semua yang ada di kelas tampaknya meminta penjelasanku juga. “Aniyo, kami hanya teman. Yuri noona memang tunangannya” badanku bergetar saat mengatakan itu. Sakit rasanya. Kuputuskan untuk keluar dan tidak mengikuti kelas itu. Sampai ada tangan dan menghentikanku. “Datanglah ke pesta itu denganku, Taemin-ah”
***
Author POV
Taemin tengah berdiri di depan cermin kamarnya. Pakaian yang dikenakannya terlihat sempurna membungkus tubuhnya. Setelan kaos putih dan blazer putih berpadu dengan celana jean hitam ketat membuatnya terlihat tampan. Beberapa saat kemudian dia keluar menuju mobil yang telah menunggunya. Turunlah namja tampan yang langsung menyambut kedatangan Taemin. “Annyeong Taem” Kai tersenyum semanis mungkin. Taemin balik tersenyum padanya. Setelah keduanya masuk mobil, dengan sigap Kai menginjak gas dan segera menuju Blits Café. Ya, Kai yang mengajak Taemin untuk datang ke pesta Minho dan Yuri. Taemin menghela nafas berat. Akhirnya dia putuskan untuk datang ke pesta itu.
***
Minho POV
“Minho-ya, pesta yang keren.” Kubalas senyuman padanya. Entah sudah berapa kali aku terpaksa tersenyum pada banyak orang disini. Yuri, tanpa persetujuanku menggelar pesta ini atas nama kami. Dan terpaksa aku datang juga. Tapi disela musik keras dan banyaknya orang yang mengobrol disini, mataku hanya tertuju pada sosok cantik yang tengah duduk bersama temannya di bar. Taemin, betapa kurindukan sosok itu. Mataku tetap memperhatikannya. Ingin rasanya kumendekat, tapi itu tidak mungkin jika Yuri masih setia disisiku. ‘Taemin-ah’ gumamku. Sampai akhirnya dapat kulihat dengan jelas tubuhnya yang bangkit, berjalan terhuyung dan akhirnya terjatuh di dekapan namja itu. “Taemin-ah, gwaencana?” tanpa sadar aku telah berlari kearahnya dan sekarang dia tepat dihadapanku. Kuakui saat ini pikiranku panik. Kucengkram pundaknya tanpa mempedulikan namja yang tengah mendekapnya itu. “Hyungie? Hiks.. Chukae hyung.. Semoga pernikahanmu berjalan lancar..” matanya berair, bau alkhohol sangat tercium dari bibir plum itu. Aku terdiam mendengar itu. Tubuhku bergetar menahan semua emosiku. “Go.. Gomawo Taeminnie..” ucapku lirih. Tidak, bukan itu yang ingin kuucapkan. Jebal, jangan menyelamatiku seperti itu Teamin-ah. “Kai, bawa aku.. hiks.. pulang.” Ucapnya pada namja yang tengah mendekapnya. Aku berdiri dan perlahan aku berbalik dan pergi menjauh dari tubuh itu. Air mataku tak dapat kupendung lagi.
***
Author POV
Yuri melihat dengan jelas air mata itu. “Jadi kamu benar-benar mencintai namja itu Minho? Cih..” ucapnya pelan tapi sinis. “Apa kamu tau kamu hanya pelariannya? Yang dia cintai hanya Kim Keybum-ssi. Pacar hyungnya sendiri” jelas Yuri dengan mata seolah meremehkan Taemin. Minho membelalakan mata besarnya. “Apa maksudmu? Key?” Tanya Minho dengan nada tinggi. Yuri hanya tersenyum mengangkat kedua bahunya. “Itu yang ku tahu.” Ucapnya yang membuat Minho tampak linglung. Dan sedetik kemudian Minho berlari menuju parkiran dimana ia yakin Taemin dan Kai masih ada disana.
***
“Kajima Taem, kamu tidak perlu menangisinya.” Kai mengelus rambut Taemin yang sedang menangis. Taemin tidak menggubris perkataan Kai. Kai hanya bisa menghelas nafas melihat namja itu terus menangisi Minho. Ia menghapus air mata Taemin lembut dan menatapnya. ‘Kamu cantik Taemin-ah walau sedang menangis’ pikirnya. Ia mengangkat dagu Taemin dan mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin. Dan sedetik kemudian dia mencium lembut bibir Taemin. Taemin yang terkejut hanya bisa membuka matanya lebih lebar. Dan pada akhirnya, Bbuuakk! Tinjuan keras mendarat di pipi Kai. Taemin yang terkejut hanya bisa menutup matanya.
“Jangan pernah kau sentuh Taemin dengan tangan dan bibirmu yang kotor itu!” bentak namja itu dan menarik tangan Taemin dan keluar dari parkiran itu.
***
Setelah lumayan jauh, namja itu melepaskan genggaman tangannya di tangan Taemin. “Seharusnya aku melarangmu datang ke pesta itu. Seharusnya aku datang lebih awal sehingga kamu tidak dicium oleh Kai itu” ucap namja itu lirih sambil memegang pipi Taemin. “Gwaencana hyung.” Ucap Taemin dengan senyuman yang dipaksakan. Namja itu terkekeh melihat Taemin yang menurutnya lucu dengan muka yang tersenyum tetapi air mata yang terus keluar. Melihat ia ditertawakan, Taemin menggembungkan pipinya sebal. “Yaa! Berhenti tertawa Key Hyung!!” bentaknya. “Hahaha.. Mianhae baby.” Ujar Key sambil berusaha menahan tawanya dan memeluk Taemin yang terlihat kedinginan. “Kau pasti kedinginan, eum?” kata Key lembut. Taemin yang merasa kedinginan hanya mengangguk dan memeluk balik Key sambil tersenyum. “Aigoo kyeopta! Kajja pulang.” Ujar Key seraya mencubit pipi Taemin.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka berdua dari tadi saat masih di parkiran. Tangannya mengepal. “Jadi dia yang kamu cintai, Taem?” gumam Minho seraya menahan air matanya.
***
Sudah 3 hari setelah pesta itu. Taemin melangkahkan kakinya dengan malas di kampus ini. Sampai akhirnya dia melihat kerumunan orang di depan papan pengumuman. Dia tertarik untuk ikut membaca ada pengumuman apa. Dan setelah berusaha masuk di antara kerumunan orang lalu membacanya, tubuh Taemin bergetar. Matanya mulai berair. “Hyung…” ujarnya lirih.
Akhirnya! Choi Minho dan Kwon Yuri akan menikah! Agustus 21st 2013.
“Dua minggu lagi, eum?” kata Jinki lirih seraya membaca selebaran di tangan Key. Key yang membacanya tidak bisa menahan amarahnya. Dengan kasar ia meremas selebaran itu dan pergi meninggalkan Jinki dan mencari sosok itu. Choi Minho.
***
~Flashback On~
Saat pesta berlangsung, Taemin pergi ke toilet tidak sengaja berpapasan dengan Yuri. “Taemin-ssi? Ada yang ingin aku bicarakan. Aku dan Minho segera menikah. Kemungkinan bulan depan. Aku harap kamu senang mendengarnya. Pesta ini pesta menyambut hari pernikahan itu. Dengan datangnya kamu di pesta ini, berarti kamu merestui kami. Gomawo Taemin-ssi” senyum Yuri licik dan meninggalkan Taemin yang hanya terbengong dan menahan air matanya.
~Flashback Off~
Taemin kembali mengingat perkataan Yuri tempo hari sambil menghela nafas. “Ternyata dia tidak bohong. Hyung.. kuharap kamu bahagia.” Taemin meninggalkan papan pengumunan itu dengan air mata yang telah membanjiri pipinya.
***
“YAA! CHOI MINHO!” Bentak Key yang telah menemukan sosok Minho di taman belakang kampus. Minho yang melihat Key segera bangkit dan hendak meninggalkannya tapi Key menghentikannya dan mereka tengah mengeluarkan aura kebencian. “Apa benar kau telah setuju menikah dengan Yuri?” ucap Key dengan nada tinggi. “Ya benar. Waeyo Keybum-ssi?” dengan nada penekanan di nama Key. Mendengar itu Key naik darah. “Ya Baboya? Bukannya kau sendiri yang bilang Yuri itu monster? Ingin meraup hartamu? Mengapa kau mau menikah dengan monster itu?” bentak Key dengan kasar. “Setidaknya dia tidak pernah mengkhianati aku” ucap Minho dengan dingin. Key tidak mengerti maksud Minho. “Kamu, Kim Keybum. Yang aku anggap teman, ternyata dibelakangku kau…” – “mencintai Taemin. Itukah yang akan kamu bicarakan Choi Minho?” suara itu memotong ucapan Minho. Sontak Key dan Minho menoleh ke asal suara. “Jinki Hyung?” kata Minho hyung. “Apa maksudmu?” kata Key kepada Jinki yang langsung dibalas senyuman Jinki.
“Minho, aku tahu saat kamu melihat Kai mencium Taemin. Kamu yang hendak menghajar Kai ternyata terdahului oleh Key. Dan kamu mengikutinya sampai mereka berhenti dan melihat Key yang memeluk Taemin begitu pula Taemin yang membalas pelukannya. Dan kamu mengira Key dan Taemin saling mencintai. Apa ada yang salah dari perkataanku, Choi Minho?” jelas Jinki yang membungkam Minho dan membuat Key terbelalak mendengarnya. Jinki menatap Key seolah berkata, ‘tenanglah baby’ sambil tersenyum.
“Kamu mencintai dongsaeng ku sejak saat kau bertemu dengannya di kelas. Dan terus sampai sekarang. Tapi kamu tidak bisa meninggalkan Yuri karena kamu tahu sikap monsternya yang bisa saja menyakiti Taemin sewaktu-waktu. Dan kamu memutuskan untuk menyelamatkan Taemin dengan meninggalkannya dan bersikap manis terhadap Yuri.” Lanjut Jinki.
“Minho-ya, asal kamu tahu, aku dan Taemin tidak ada perasaan apapun. Aku hanya mencintai hyungnya, Lee Jinki ini” Key merendahkan suaranya dan mendekat ke Jinki dan dibalas dengan senyuman Jinki. Minho bingung menundukan kepalanya dan tak tahu harus bagaimana. Melihat itu Jinki tersenyum.
“Apa kau tahu Taemin menangis melihat papan pengumuman itu?” sontak Minho mendongakkan ke arah Jinki. “Kamu dapat melihatnya sendiri, keluarlah Taemin-ah” ucap Jinki yang membuat Key, Minho bahkan Taemin yang bersembunyi di balik pohon terkejut. Perlahan Taemin keluar dan melihat Taemin dengan penuh air mata di pipinya, Minho tanpa sadar dia berlari padanya dan memeluk tubuh langsing itu. Taemin yang berada di pelukan itu kembali menangis dan mengeratkan pelukannya.
“Mianhae Taem, saranghae..” ucap Minho dalam pelukannya. Diciumnya bibir namja yang sangat dicintainya itu. Lembut dan hangat.
“Nado saranghae, hyung..” balas Taemin bahagia.
Jinki dan Key yang melihat itu memutuskan meninggalkan pasangan itu dengan senyuman. “Baby, kamu benar-benar keren” bisik Key seraya mencium pipi Jinki. Dan Jinki membalas ciuman Key di bibirnya singkat dan membuat Key tertunduk malu.
***
~Epilog~
Yuri tersenyum melihat pengumuman pernikahannya yang ia pasang di papan pengumuman itu. Tiba-tiba ada tangan yang memegang pengumuman itu dan BBRRREEEKKKK di sobeknya kasar kertas itu. Yuri membulatkan matanya melihat sosok itu. Minho dan dibelakangnya Taemin tampak terkejut juga. Minho melihat Yuri sekilas, “Aku batalkan pernikahan kita.” Ucapnya tajam meninggalkan Yuri yang terbengong tak percaya. Minho menarik Taemin di dalam dekapannya. Sorakan riuh mengiringi kepergian pasangan itu. “Gomawo hyung.” senyum Taemin mengembang menatap Minho yang sedari tadi memeluknya. “Saranghae nae namja, jeongmal saranghae Taemin-ah.” Minho sambil mengecup pucuk kepala Taemin. “Nado hyung.”


END

Sunday, June 16, 2013

Hana.. Dul.. Set.. Chue!!!

Annyeong Hasseyo,, Joneun Yuri imnida!!

Actually, ini bukan blog pertamaq, yah, dulu emang aq punya blog, tapi udah kadaluarsa! *maksudnya thor?? Ah ne ne, maksudku udah lupa semua settingannya, email ato sandinya.. *pengaruh umur ya thor? Aniyo,, hanya saja saya lupa! kan udah lama gak buka.. :P Udah ah,, langsung aja ke intinya..!

Rencananya blog ini akan aq isi ama catatan harian q ama FF buatanq.. ah Chakamman, jangan bilang gak tau FF..? *apa tuh thor? Aigoo~ Fanfiction...!! yah Fanfiction buatanq sendiri.. dengan genre SG atau YAOI.. yah sekuat otakq aja.. BUT yg jelas aq gak bikin NC apalagi yadong.. (bayangin aja aq keringet dingin) kekekeke...

SO,, have fun ne...!!! bangapsuemnida!! (^_____^)v

Fb :
http://www.facebook.com/shinta.y.ii

TWEET:
@shintayurii