Cast : 2MIN (YAOI)
Cameo : Lee Jinki; Kim Key Bum; Kai
Genre : Romance (?)
Annyeong chingudeul...!! Ini FF debut aku... YAOI pastinya... jangan jadi silent reader ya..??? ^___^ aku sangat mengharap tanggapan kalian ne..??
Happy Reading chingudeul....!!! ^____^
***
Author POV
Dukk dukk
dukk..
Deru bola basket terus menggema di lapangan basket
indoor kampus ini. Teriakan para penonton tak henti-hentinya menyemangati
setiap pemain yang sedang bertanding itu.
“Jinki oppa!! Fighting!” teriak para yeoja yang duduk di
bangku penonton tersebut. Tak lama setelahnya, BLASSTT bola tersebut masuk
mulus dalam ring basket. Three Point
berhasil didapat dengan mudah oleh namja berperawakan sempurna tersebut
sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan besar 77 – 48 atas tim lawan.
Lee Jinki, bintang basket kampus itu tersenyum bangga. Sejurus kemudian timnya
memeluknya. “Daebak hyung! Kamu memang juaranya” seru para pemain itu. “Aniyo,
itu hanya keberuntunganku saja” jawab Lee Jinki dengan senyuman yang dapat
dipastikan mampu menggetarkan hati yang melihatnya.
Beberapa saat setelahnya, Lee Jinki dan timnya sudah
berganti pakaian dan bersiap untuk pulang. “Hyung, terima kasih untuk
pertandingan hari ini.” kata juniornya saat akan berpamitan dengan Jinki. “Ne,
kamu pulanglah dulu dan istirahatlah, aku masih harus menunggu seseorang.”
jawab Jinki seraya menebarkan pandangannya mencari sesosok orang yang dimaksud.
“Arraseoyo hyung. Annyeong~!” dengan lambaian tangan juniornya meninggalkan
Jinki yang masih sibuk mencari temannya.
Tiba-tiba Jinki merasa ada benda dingin menempel di
pipinya. “Chukae hyung. Kemenangan besar lagi”. Jinki membalikan tubuhnya
menghadap sosok yang ia cari tadi dan menerima benda dingin yang ternyata
sekaleng Colla. “Gomawo chagiya” ucap Jinki halus seraya mengusap rambut orang
itu dengan penuh kasih sayang. Sejurus kemudian rona merah menghiasi pipi mulus
namja itu. Jinki tersenyum, dia sangat suka menggoda namja ini.
“Ya!! Lee Jinki. Jangan memanggilku seolah aku
pacarmu!” bentak namja itu keras dan membuat Jinki harus mundur beberapa
langkah sambil menutup mata dan kupingnya. “Aigoo~ Teamin-ah kamu tambah mirip
dengannya. Kyeopta..” seraya mencubit hidung mancung namja yang ternyata
bernama Lee Taemin itu. Teamin adalah adik kandung Jinki.
“Mworago? ANDWAE..!! Jangan sekali-kali samakan aku
dengan namja cerewet pacarmu itu hyung!” bentak Taemin pada hyungnya itu yang
berhasil membuat Jinki kembali menutup kupingnya. “Ya!! Siapa yang kamu maksud
namja cerewet, baby?” pelukan mendarat mulus di badan mungil Teamin yang
langsung membuat bergidik ngeri. Perlahan Teamin memalingkan muka menghadap
namja yang sedang memeluknya dari belakang itu. “Waeyo Teamin-ah?” mata kucing
nan tajam langsung menembus retina Teamin. Sontak ia langsung menegang dan
membatu di tempatnya. “A.. Aniyo hyung. A.. Aku hanya..” suara Teamin yang
berbata-bata membuat Jinki yang melihatnya tidak dapat menahan tawanya.
“HHYYYUUUNNNGG!!!!!” bentakan langsung keluar dari dua mulut namja berparas
cantik itu berhasil membuat Jinki menghentikan tawanya dan menundukan
kepalanya. “Eum.. Mian.” Jawabnya. Namja itu langsung melepaskan pelukannya
pada Teamin. “Jinki Hyung, Chukae atas kemenangannya.” Namja itu berubah
menjadi manja saat bersama dengan Jinki. Teamin hanya bisa mendengus melihat
dua orang itu. “Ne, gomawo Key.” Seutas senyum tertera dibibir Jinki yang
menambah ketampanannya itu. Merasa diabaikan, Teamin melangkah pergi
meninggalkan kedua namja tadi. Entah mengapa langkahnya terkesan lemas.
***
Teamin POV
‘Lagi-lagi aku harus melihat adegan kemesraan Jinki
hyung dengan Key hyung. Argh.. Tak bisakah mereka menyadari perasaanku?’
Kuhempaskan tubuhku ke rumput di taman kampus belakang
ini. Sejuk dan tentram. Kupejamkan mataku. Key, Kim Keybum hyung. Namja cantik
itu selalu bisa membuatku tak berkutik. Mata tajamnya selalu bisa membuatku
berdebar. Cantik. Dia memang sangat cantik. Aku sendiri tak tahu mengapa bisa
jatuh cinta pada namja cantik itu. Kubalikkan tubuhku menyamping dengan masih
mata tertutup. ‘Key hyung. Berhentilah menyiksa hatiku’.
***
Author POV
Teamin tertidur di rumput taman itu. Tanpa ia ketahui
ada langkah kaki di belakang tubuhnya yang mendekat padanya. Namja itu
keheranan mengapa ada orang aneh yang mau tidur di rumput taman belakang kampus
ini. ‘Tidak malukah dia’ pikirnya. Namja itu melangkahkan kakinya menuju sisi
lain yang dapat melihat wajah namja yang tertidur itu. ‘Teamin-ah?’ pikirnya
keheranan. Entah mengapa bibirnya menyunggingkan seutas senyum melihat wajah
tentram Teamin yang tertidur itu. “Key hyung.” Gumam Teamin yang sontak membuat
namja tadi tertegun mendengarnya. Namja itu menatap Teamin sendu. Terlihat dari
sorot matanya yang meredup. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Teamin yang
tertidur. Menyentuhkan bibirnya di bibir plum Teamin sekilas “Mianhae Taem” dan
langsung berbalik meninggalkan Teamin yang masih tertidur. Melangkah menjauh
dan menghilang dibalik lorong kampus.
***
Teamin POV
“Ommo!! Gawat, aku telat masuk kelas. Arghh
bisa-bisanya aku tertidur disini! Jangan sampai awal semester ini sudah ku ukir
dengan telat masuk kelas!” umpatku yang baru saja terbangun. Langsung saja aku
berlari secepatnya menuju kelas. Tak kupedulikan mata-mata orang yang heran
memandangku yang tengah berlarian di lorong kampus ini. Dan akhirnya aku sampai
di kelas ini. “Syukuuurrllaahhh.” Kataku lega sambil duduk di bangku paling
belakang. Ya benar, hobbiku duduk di paling belakang Ku pasang headshet dan kuputar lagu-lagu
SHINee. Aku memang suka dengan grup SHINee ini. Seandainya saja aku bisa masuk
SM Entertaimen, hal pertama yang aku ingin lakukan memeluk personil SHINee
satu-persatu. Hehehe..
‘Tunggu, sepertinya ada yang memperhatikanku daritadi’
pikirku. Kupalingkan wajahku ke kananku. Benar saja ada orang yang sedang
memperhatikanku. Tampaknya dia tak sadar sekarang aku juga melihatnya. Dia
malah tersenyum. “YA!! Apa yang kau lihat?” bentakku. “Ani, aku hanya
memperhatikanmu. Kamu.. eum.. Cantik..” jawabnya sambil tersenyum. Aku tertegun.
Senyumnya sungguh menawan. Jika aku wanita, aku pasti sudah meleleh. Eh.. tapi
tunggu.. Cantik? Dia bilang aku cantik?
“YAA!!! Kamu mau mati, hah?” bentakku. “Kenalkan aku
Minho. Choi Minho.”
***
Minho POV
“Kenalkan aku Minho. Choi Minho”. Entah kenapa aku
tertarik pada namja satu ini. Badannya yang mungil dan langsing mirip seorang
wanita. Kulit putih bersihnya dan yang paling menarik adalah bibirnya yang
plump itu. Apa benar dia namja? Yang jelas aku harus berkenalan dulu dengannya.
Kuberikan senyum termanisku padanya yang masih tertegun melihatku. Apa aku
begitu membuatnya terkejut?
“Annyeong Taem, kau disini? Ternyata kita sekelas”
namja itu menyapanya. Key. Siapa yang tidak tahu dia. Pacar dari bintang basket
kampus ini, Lee Jinki. Dia juga chingu ku. Mungkin dia tidak sadar ada aku
disini. Tapi dia tadi memanggil namja cantik ini dengan Taem? Taem siapa?
“Annyeong Key hyung. Tidak bersama Jinki hyung?”
sapanya dengan senyuman. “Jinki? Aigoo Taemin-ah, kamu tau hyung-mu itu
angkatan di atasmu bahkan di atasku. Mana mungkin dia di kelas ini juga. Lagian
aku mengambil kuliah ini lagi gara-gara nilaiku yang jelek” jawab Key lesu
sambil duduk disebelah namja cantik yang baru kutahu namanya Teamin. “Ah, benar
juga. Hahaha” tertawa. Tawanya sangat menawan. Aku hanya bisa melihat
percakapan mereka sambil tersenyum sendiri.
“Ommo.. Ya Minho. Kamu mengulang kuliah ini juga?”
sepertinya Key baru menyadari keberadaanku. Aku hanya tersenyum membalas sapaan
Key. Ya aku dan Key sebenarnya tingkatan diatas Teamin yang mengulang kuliah
ini. Sepertinya Key dekat dengan Teamin. Mungkin aku bisa mencari tahu tentang
Teamin pada Key. Semoga dia bisa membantuku.
***
Author POV
“Key hyung mengenal namja tadi?” Tanya Teamin saat
mereka telah berada di mobil dalam perjalanan pulang menuju rumah Teamin.
“Namja? Maksudmu Minho? Jadi kamu tidak pernah mengetahui tentang Minho di
kampus?” Tanya Key yang malah heran dengan pertanyaan polos Teamin. “Haruskah
aku mengetahui tentangnya? Lagian siapa dia harus aku ketahui? Aku hanya heran
dengan sikapnya yang sok akrab kepadaku tetapi cukup dingin padamu.” Key yang
sedang menyetir, menatap Teamin heran sekilas lalu fokus kembali pada jalanan.
“Minho. Choi Minho. Namja itu merupakan namja nomor 1
di kampus kita. Jinki hyung-mu saja nomor 2. Bagaimana bisa kamu tidak
mengetahui Minho? Minho itu pewaris tunggal kekayaan keluarga Choi yang
terkenal itu. Salah satunya kampus yang kita huni itu. Dia terkenal dengan
sifat cueknya. Tetapi itu tidak mengurangi pamor ketenarannya. Cuma kamu namja
cupu yang tak mengetahui keberadaannya.” Jelas Key seraya mengacak rambut
Teamin dari samping tanpa melepas pandangannya dari jalanan. “YA!! Berhentilah
memanggilku cupu.” Elak Taemin sambil membetulkan rambutnya. Key sekilas
menatap Taemin lagi. Taemin yang heran hanya bisa menatap Key dengan
kebingungan. Key menarik nafas dan mulai menjelaskan kembali.
“Minho itu cuek dan dingin. Hanya beberapa orang yang
ia tanggapi saat berbicara dengannya. Salah satunya aku dan hyung-mu Jinki.
Sebenarnya tadi dia tidak dingin padaku, aku tahu itu. Hanya saja..” Key tidak
melanjutkan penjelasannya dan kembali melihat Taemin sekilas. “Hanya saja ia
serius memperhatikanmu Taem” ujar Key sambil mengelus rambut Taemin tanpa
melepas pandangannya dari jalanan. Sorot mata Key tidak bisa diartikan oleh
Taemin.
Diperlakukan seperti itu, Taemin berdebar kembali.
Key, pacar hyungnya yang manja, selalu tampak manly dihadapan Taemin. Hal
inilah yang membuat Taemin jatuh hati. Padahal ia tahu kalau ini tidak boleh.
Bagaimanapun Key adalah namjachingu hyung-nya, Jinki.
***
Key POV
Kuhentikan mobilku di depan apartemen Taemin. Taemin,
Kenapa saat dengannya sikap manly-ku selalu muncul. Aku tak mengerti dengan
sikapku ini. Kupalingkan wajahku menatapnya yang sekarang sedang menatapku.
Ah.. mata itu. Sama dengan Jinki hyung. Jangan menatapku seperti itu.
Kucium sekilas bibirnya, hanya menyentuhkan bibirku
dengan bibirnya. Taemin sangat terkejut dan membuka matanya lebar-lebar.
Kutarik nafasku dalam-dalam, “Taem, berhentilah”. Ucapku yang membuatnya
terlonjak dari lamunannya. Dia sekarang tertunduk dengan pipinya yang memerah.
Argh.. aku tak suka situasi ini. “Key hyung, mianhae” ujarnya lirih. Arghh..
aku bisa gila dengan ini semua. Ini harus berakhir. Harus.
Kucengkram bahunya. Tampaknya ia terkejut dengan
perlakuanku. Sudahlah, aku harus menghentikannya. Sudah cukup. “Taem, aku tak
bisa menjadi semme –mu. Yang kucinta hanya Jinki hyung. Hyung-mu sendiri.
Jangan memintaku lebih dari ini. Aku sudah berusaha menjadi manly di depanmu,
tapi itu bukan aku. Jeongmal mianhae Taemin-ah” ucapku bergetar. Kutatap
wajahnya. Matanya bergelinang air mata. Aku menyakitinya. Taemin dan Jinki
merupakan teman masa kecilku. Dari dulu kami dekat dan selalu bersama. Dari
awal yang kucintai adalah hyung-nya. Lee Jinki. Sampai akhirnya kami berpacaran
tanpa sepengetahuan Taemin. Beberapa minggu kemudian aku memberitahunya, tapi
tanpa kuduga Taemin menyatakan cintanya padaku. Bodohnya aku tidak tegas
menolaknya. Rasa sayangku sebatas kakak padanya. Itulah yang mendorongku
bersikap manly di depannya. Tapi itu membuat dia semakin mencintaiku. Dan aku
harus menghentikannya sekarang. Ini waktu yang tepat.
“Key hyung. Mianhae atas perasaanku. Gomawo atas
kebaikanmu. Aku akan mencobanya”. Ucapnya lirih dan langsung meninggalkanku
berlari keluar dan aku tahu itu arah taman yang menjadi tempat perenungan
biasanya. Taemin, jeongmal mianhae.
Tiba-tiba ada tangan yang memelukku dari belakang.
Tanpa membalikkan pandanganku pun aku tahu itu Jinki hyung. “Aku sudah tepati
janjiku hyung. Tapi aku tidak tega pada Taemin. Lihat dia menangis dan rapuh”
ucapku bergetar. Ya benar, Jinki mengetahui kalau dongsaeng kesayangannya juga
mencintai aku, kekasihnya. Saat itu aku berjanji, disaat datang orang yang
tepat dan mencintai Taemin seutuhnya, aku akan meninggalkannya dan Jinki
menyetujuinya.
“Sudahlah chagiya, Taemin pasti bisa melaluinya.
Lagipula kamu hanya milikku dan mencintaiku, eum?” tangan Jinki membalikan
tubuhku dan memelukku erat. “Arra hyung, saranghae” ujarku bahagia. Akhirnya
kepura-puraanku selama ini berakhir.
“Ya..! Jangan menangisi dongsaeng-ku terus! Aku
namjachingumu! Aku semme-mu. Dan satu lagi, sudah berapa kali kamu menciumnya?
Aku tidak terima!” seraya mencubit hidungku. Aku tertawa, pasti ia tadi
mengintipku mencium Taemin. Aku tahu terkadang dia tertekan dengan aktingku
yang memanjakan Taemin seolah aku semme-nya. “Hanya 2 kali chagiya, tadi siang
dan barusan” ujarku sambil menawan tawa. Aku tahu dia cemburu. “YAA!! Mengapa
harus lebih dari satu? Kamu tau aku cem… mmmppffhh” ku bungkam bibirnya dengan
bibirku sekilas. Dan itu membuatnya terkejut. Ah.. kyeopta!
“Chagiya, siapa
namja yang membuat janji itu harus kita penuhi?” Tanya Jinki dengan mata
serius. Aku tersenyum. “Minho. Choi Minho” jawabku mantap. “MWORAGO???”
***
Taemin POV
Aku berlari menuju taman ini. Termenung di ayunan ini.
Sudah berapa jam aku disini? Sudah berapa tetes air mataku yang jatuh? Sakit.
Dingin. Aku tahu ini pasti akan datang. Key hyung benar. Memang aku yang salah
mencintainya dan harus membuatnya seolah manly di depanku. Tuhan, tolong buat
aku melupakannya. Ku hapus air mataku kasar. Ini terakhir kalinya aku
menangisinya. Terakhir kali aku mencintainya. Setelah ini aku harus menganggapnya
sebagai kakak iparku. Memang ini yang harus kulakukan dari dulu. Kulangkahkan kakiku
pulang, Ah, mengapa hari ini sangat dingin? Kumasukkan tanganku ke saku mantel
tebalku. Kembali kulangkahkan kakiku, tapi BRRUUKKK.
Pantatku jatuh dengan keras ke trotoar ini. “Appo!!” gumamku sambil
mengelus pantatku. “Gwaencana?” Suara
itu, sepertinya aku pernah mendengarnya. Kuangkat wajahku menatap namja yang
menabrakku sampai terjatuh. “Minho-ssi?”
***
Minho POV
Ah, malam ini sungguh dingin. Tampaknya coklat panas
dapat menghangatkanku. Kumasuki toko depanku ini dan membeli coklat panas. Ah
sial mengapa uangku pecahan besar? Toko ini kecil, jangan-jangan nanti tidak
ada kembalian. “Mianhae ahjussi, tidak adakah pecahan kecil?” jawab gadis kecil
itu. Benarkan? Kuputuskan untuk membeli 2 cup coklat panas sehingga masih ada
kembaliannya. Dan saat ku keluar dari toko, BRRUUUKKK.
“Appo!” ujarnya saat dia sukses jatuh di trotoar ini.
“Gwaencana?” sapaku. Dia menatapku “Minho-ssi?”
Ommo! Bukankah dia Taemin?
***
Author POV
Dua namja itu tengah berjalan bersama menuju apartemen Taemin. Sesekali
Taemin meminum coklat panas yang diberikan Minho padanya. Kebetulan sekali
Minho membeli 2 cup coklat panas sehingga dapat diberikannya pada Taemin yang
memang sedang kedinginan.
Hening. Taemin maupun Minho tidak ada yang memulai percakapan. Yang
pasti Taemin sesekali melirik wajah tampan Minho itu. Merasa diperhatikan Minho
balik menatapnya. Taemin yang sedang meliriknya sambil meminum coklat panas
langsung tersedak akibat terkejut. Melihat itu, Minho tertawa renyah.
“Sebegitu terkejutnya kah kamu Taemin? Sampai tersedak begitu? Apa kamu
memang daritadi memperhatikanku, eum?” Tanya Minho sambil menahan tawanya.
“Aniyo!” sanggah Taemin sambil menunduk. Perlahan tapi pasti pipinya memerah.
“Kudengar kamu dongsaeng Jinki hyung, benarkah?” Tanya Minho lagi sambil
menatap Taemin. “Eum, aku dongsaengnya” jawabnya. “Aku kenal Jinki hyung. Dia
pemain basket terkenal di kampus. Dia chingu ku” terang Minho. “Dan aku tahu
Minho-ssi kamu pemilik kampus itu” jawab Taemin polos. “Sejak kapan kamu tahu?
Bukannya tadi siang kamu tak mengenalku?” Minho heran dan berpikir sejenak.
“Key?” – “Key hyung.” Kata Taemin dan Minho bersamaan. Keduanya bertatapan
heran dan akhirnya tertawa bersama.
Keduanya sudah berada di depan apartemen Taemin. “Gomapta Minho-ssi
sudah mengantarku pulang dan juga coklat panasnya” ujar Taemin sambil
tersenyum. “Panggil hyung saja, ne, Taeminnie?” balas Minho sambil mengacak
rambut Taemin. Pipi Taemin merona merah lalu ia mengangguk tanda setuju.
Setelah itu mereka berdua berbalik dan berpisah.
‘hari ini, hari terakhir aku mencintaimu Key hyung, gomawo Minho hyung’
ujar Taemin dalam hati.
‘hari ini, aku menemukanmu. Dan hari ini awal kebersamaan kita, nae
namja, Taemin’ ujar Minho dalam hati.
***
Author POV
Pagi ini udara sangat cerah. Sangat cocok untuk berolahraga pagi sekedar
jogging atau hanya bermain diluar, tapi tidak untuk satu namja cantik ini.
Taemin tetap pada posisi tidurnya ini. Dan akhirnya.. SRREEGG!! “YAA!! Tak bisakah kamu merasakan udara pagi yang cerah
ini? Ya, Taemin-ah!! Palli ireona!!” dengan kasar Key membuka tirai kamar
Taemin sehingga membuat mata Taemin terpaksa terbuka. Tetapi sekejap ia menarik
selimut menutupi mukanya. Melihat itu Key langsung gemas dengannya. Sekali
tarikan, selimut itu jatuh ke lantai dan akhirnya Key menguncang-guncang tubuh
Taemin. “Palli ireona!! Ireona!!” dan terpaksa Taemin harus benar-benar bangun
dari tidurnya.
Setelah membersihkan badannya, Taemin menuju dapur dan dengan manja
bergelayut pada Key yang sibuk menyiapkan sarapan. “Omma,, Palli, Taeminie
lapar” ucapnya. Key hanya mendengus mendengarnya. “Chakamman ne?” seraya
mengusap rambut Taemin dan kembali melanjutkan memasaknya.
Sudah lewat sebulan dari saat-saat terberat Taemin dan Key. Dan sekarang
Taemin sudah dapat melupakan sepenuhnya perasaannya pada Key dan menganggap Key
itu sebagai omma-nya. Jinki yang melihat mereka hanya bisa tertawa. “Kalian
mirip” ujarnya tanpa sadar. “SHIREO!” – “ANDWAE!” jawab Key dan Taemin bersamaan
yang sukses membuat tawa Jinki pecah.
***
Taemin POV
“Hyung!” panggilku saat Minho hyung melihatnya tengah membaca di bangku
taman. “Ne, annyeong Taeminie..” sapanya lembut. Akhir-akhir ini hubunganku
dengan Minho hyung semakin akrab. Sebenarnya aku heran juga, sikap Minho hyung kepadaku
yang sangat manis (menurutku) berbanding terbalik pada lainnya yang sangat
dingin. Aku duduk disebelahnya. Berada di dekatnya sungguh nyaman. Sesaat
setelahnya kami terus mengobrol dengan akrabnya.
“Hyung, aku haus. Aku ingin minum Banana Milk” rengekku padanya. “Kajja
kita beli” ajaknya. Dan setelah itu ia menarik tanganku ke dalam genggamannya.
Aku tertegun dibuatnya. Baru kali ini ada yang menggandeng tanganku. Jantung
berdebar karenanya. “Waeyo Taemin-ah?” sapanya heran saat sadar aku yang
berdiam tak bergerak ini. Aku salah tingkah dibuatnya. Aku menatap tanganku
yang digenggamnya. Sepertinya dia sadar yang kumaksud, tetapi ia semakin
mengenggam erat tanganku dan tersenyum. “Kajja!” ucapnya sambil tersenyum dan
membuyarkan lamunanku. Tampan. Baru selangkah kami berjalan, “Minho-ah? Apa
kabar?” “Yuri? Yuri-ah?”
***
Author POV
“Minho-ah? Apa kabar?” Yeoja berparas cantik itu menghentikan langkah
kaki Minho dan Taemin yang hendak pergi. Sejenak Minho menatapnya dan berfikir.
Dan akhirnya, “Yuri? Yuri-ah? Kamu kapan datang, eum?” ucap Minho setengah
berteriak. Genggaman tangannya dan Taemin ia lepaskan dan berganti memeluk
yeoja cantik yang bernama Yuri tersebut. “Yuri-ah, bogoshippoyo” ucapnya saat
masih dipelukan Yuri. Yuri tersenyum dan membalas pelukan Minho. “Nado,
bogoshippoyo Minho-ah” ucapnya merdu. Taemin yang merasa tak dihiraukan hanya
menatapnya miris. ‘siapa yeoja ini? Yuri noona? Nugu? Minho-ya, tak sadarkah
kamu aku masih disini?’ batinnya. Dan bodohnya lagi Minho tak menghiraukan
Taemin dan mengajak pergi Yuri setelah berpamitan terlebih dulu padanya. Taemin
hanya bisa menatap punggung Minho yang perlahan menghilang. Dan entah mengapa
Taemin merasa sakit di hatinya.
***
Author POV
Taemin menunduk lesu memasuki apartemennya. Untuklah dia tidak melihat
Jinki hyungnya dan Key sedang berciuman dengan ganasnya di depan TV. Mengetahui
Taemin pulang dengan wajah lesu, Key segera menyudahi ‘ritual’nya dengan Jinki
dan terheran-heran.
“Taeminie baby, gwaencana? Kamu kenapa?” Key yang tak tahan melihat
Taemin lesu akhirnya menghampirinya. “Omma, omma dan Minho berteman kan? Omma
kenal dengan Yuri Noona?” Taemin akhirnya memberanikan diri bertanya. Mendengar
nama Yuri disebut, Key sedikit terkejut. Tapi ia berusaha meredam emosinya di
depan Taemin. “Yuri? Setauku dia berteman dengan Minho sejak SMA.” Jawabnya
sedatar mungkin. Jinki yang merasa aneh dengan jawaban Key, mengerutkan
keningnya. “Yuri? Bukankah dia man…” – “YAA, LEE JINKI!! Buatkan Taeminie
coklat panas eum? Lihat dia pucat kedinginan” mata kucing Key langsung tajam
menusuk retina Jinki seolah berkata diam-atau-kau-kubunuh-sekarang-juga. “A..
Arraseo…” jawab Jinki sedikit gugup. Taemin yang melihat kedua hyungnya itu
heran. Setelah meminum coklat panas bikinan Jinki, Teamin langsung masuk ke
kamarnya.
“Chagiya, kenapa Yuri datang kesini lagi? Bukankah dia sudah pindah ke
Jepang?” suara Key sedikit was-was. “Entahlah, yang jelas kita jangan beritahu
Taemin dulu siapa Yuri.” Ucap Jinki serius. Mendengar itu Key memejamkan mata
sebal, “YA! Tadi siapa yang mau bilang kalau Yuri itu mantan Minho sekaligus
tunangannya?” Jinki langsung menunduk “Mianhae..” ucapnya lirih. Tanpa mereka
ketahui, Taemin yang ingin mengambil mantelnya yang ketinggalan di dapur, mendengar
semua percakapan mereka di balik dinding. “Tunangan?” bisiknya sambil menahan
air matanya.
***
~Flashback On~
“Chagiya, siapa namja yang membuat janji itu harus
kita penuhi?” Tanya Jinki dengan mata serius. Aku tersenyum. “Minho. Choi
Minho” jawabku mantap. “MWORAGO???” Jinki setengah tak percaya.
“Chagiya, kenapa kamu yakin Minho mencintai Taemin?”
ucap Jinki seraya mengkerutkan keningnya pertanda ia heran dengan kekasihnya
Key. “Tadi aku, Tae, dan dia sekelas, saat aku berbicara dengan Taemin, Minho
selalu memperhatikannya sampai-sampai aku disapanya dengan dingin. Kau tahu kan
dia tidak pernah dingin ke kita? Selain itu dia kuperhatikan selalu meilirik
arah Taemin sambil tersenyum. Dan aku yakin dia mencintai Taemin” jelas Key
mantap. Jinki menghela nafas berat. “Chagiya, kamu lupa dengan Yuri? Minho
sudah bertunangan dengannya. Kamu harus ingat itu. Aku tak mau melihat
dongsaengku menangis nantinya.” Ucap Jinki berat. “Wanita jalang itu hanya
mengincar harta Minho. Tak kan kubiarkan dia menyakiti Taemin. Lagipula aku
yakin Minho mencintai Taemin. Tapi jika dia menyakiti Taeminie baby, aku yang
akan buat perhitungan dengannya.” Ujar Key menahan emosi sedangkan Jinki
khawatir akan Taemin. “Yuri, semoga kau tidak pernah kembali dan melakukan hal
gila lagi seperti saat kau membuat depresi wanita pujaan Minho dulu sampai
akhirnya bunuh diri.” Ucapnya lirih.
~Flashback Off~
***
Author POV
Seminggu setelah kepulangan Yuri, Taemin tidak pernah
bertemu dengan Minho lagi. Taemin melalui hari-harinya dengan tidak semangat
seperti saat ada Minho. “Taemin-ah! Ke café yuk! Tampaknya kamu perlu hiburan”
ajak seorang namja tampan, Kai, sahabat Taemin. “Eum..” gumam Taemin sambil
mengangguk tanda setuju. Kai yang melihatnya jadi gemas, segera menarik Taemin
dan menggandeng tangannya, “Kajja!!”
Kliing
kliing. Bunyi lonceng café tanda adanya customer datang, yaitu
Taemin dan Kai. Kai yang masih menggandeng tangan Taemin menarik lembut Taemin
untuk masuk café itu. Kai tersenyum manis pada Taemin dan itu… Tampan. Dan pada
saat yang bersamaan, Kliing Kliing.
Lonceng berbunyi lagi dan ada costomer lain yang datang. Taemin yang melihat
itu sangat terkejut, karena yang datang adalah Minho dan Yuri. Dan mereka
bergandengan tangan mesra. Mata Taemin tidak sengaja bertemu dengan mata Minho.
Seketika Taemin mengalihkan pandangannya dan menarik Kai untuk duduk di tempat
kosong yang ada di pojok café. Minho menatap punggung itu sayu. Jelas Minho
merindukan Taemin disisinya. Yuri yang menyadari ada yang aneh dengan tatapan
Minho, melirik Taemin yang duduk di pojok dengan Kai. Mata Yuri menatap tajam
Taemin yang sedang meminum Banana Milk pesanannya. “Kau selanjutnya” gumamnya.
***
Yuri POV
“Sudah kamu selidiki siapa dia?” tanyaku pada
sekretaris pribadiku. “Sudah noona, Lee Taemin, adik dari Lee Jinki, mereka
tinggal bersama di sebuah apartemen, orang tuanya telah tiada. Dia di kampus
yang sama dengan tuan Minho. Dulu dia mencintai Kim Keybum yang merupakan
kekasih dari kakaknya Lee Jinki. Tuan Minho dan Lee Taemin memang dekat akhir-akhir
ini” katanya. “Mworago? Jadi dia telah berani mengusik Minho ku? Babo namja.
Dia cari mati” gumamku. Taemin, asal kamu tahu, siapapun yang mendekati Minho
ku, mereka akan menyesal seumur hidup.
***
Taemin POV
Sudah seminggu sejak aku bertemu dengan Minho hyung
dan Yuri noona di café itu. Rasanya mereka sangat dekat. Minho hyung, tidakkah
kamu tau aku merindukan saat-saat kebersamaan kita? Tampaknya hanya aku yang
merindukanmu.
Kulangkahkan kakiku menuju kelas selanjutnya. Saat
sudah sampai, entah kenapa banyak pasang mata yang menatapku. Aku tak dapat
membaca apa arti tatapan mereka. Sampai saat aku berbalik melihat tulisan di
papan. Datang dan hadiri pesta besar Choi
Minho dan Kwon Yuri malam minggu nanti di Blits Café! “Ige mwoya?” gumamku
saat membaca tulisan itu. “Tampaknya Minho hyung akan mengadakan pesta besar.
Kudengar mereka tunangan.” Kuberbalik melihat sosok yang berbicara padaku. “Ne,
mungkin saja itu Kai” ucapku lirih. “Ya, Taemin-ah. Bukannya Minho hyung dekat
denganmu?” yeoja yang bernama Sulli itu bertanya padaku. Ku lihat semua yang
ada di kelas tampaknya meminta penjelasanku juga. “Aniyo, kami hanya teman.
Yuri noona memang tunangannya” badanku bergetar saat mengatakan itu. Sakit
rasanya. Kuputuskan untuk keluar dan tidak mengikuti kelas itu. Sampai ada
tangan dan menghentikanku. “Datanglah ke pesta itu denganku, Taemin-ah”
***
Author POV
Taemin tengah berdiri di depan cermin kamarnya.
Pakaian yang dikenakannya terlihat sempurna membungkus tubuhnya. Setelan kaos
putih dan blazer putih berpadu dengan celana jean hitam ketat membuatnya
terlihat tampan. Beberapa saat kemudian dia keluar menuju mobil yang telah
menunggunya. Turunlah namja tampan yang langsung menyambut kedatangan Taemin.
“Annyeong Taem” Kai tersenyum semanis mungkin. Taemin balik tersenyum padanya.
Setelah keduanya masuk mobil, dengan sigap Kai menginjak gas dan segera menuju
Blits Café. Ya, Kai yang mengajak Taemin untuk datang ke pesta Minho dan Yuri.
Taemin menghela nafas berat. Akhirnya dia putuskan untuk datang ke pesta itu.
***
Minho POV
“Minho-ya, pesta yang keren.” Kubalas senyuman
padanya. Entah sudah berapa kali aku terpaksa tersenyum pada banyak orang
disini. Yuri, tanpa persetujuanku menggelar pesta ini atas nama kami. Dan
terpaksa aku datang juga. Tapi disela musik keras dan banyaknya orang yang
mengobrol disini, mataku hanya tertuju pada sosok cantik yang tengah duduk
bersama temannya di bar. Taemin, betapa kurindukan sosok itu. Mataku tetap
memperhatikannya. Ingin rasanya kumendekat, tapi itu tidak mungkin jika Yuri
masih setia disisiku. ‘Taemin-ah’ gumamku. Sampai akhirnya dapat kulihat dengan
jelas tubuhnya yang bangkit, berjalan terhuyung dan akhirnya terjatuh di
dekapan namja itu. “Taemin-ah, gwaencana?” tanpa sadar aku telah berlari
kearahnya dan sekarang dia tepat dihadapanku. Kuakui saat ini pikiranku panik.
Kucengkram pundaknya tanpa mempedulikan namja yang tengah mendekapnya itu.
“Hyungie? Hiks.. Chukae hyung.. Semoga pernikahanmu berjalan lancar..” matanya
berair, bau alkhohol sangat tercium dari bibir plum itu. Aku terdiam mendengar
itu. Tubuhku bergetar menahan semua emosiku. “Go.. Gomawo Taeminnie..” ucapku
lirih. Tidak, bukan itu yang ingin kuucapkan. Jebal, jangan menyelamatiku
seperti itu Teamin-ah. “Kai, bawa aku.. hiks.. pulang.” Ucapnya pada namja yang
tengah mendekapnya. Aku berdiri dan perlahan aku berbalik dan pergi menjauh
dari tubuh itu. Air mataku tak dapat kupendung lagi.
***
Author POV
Yuri melihat dengan jelas air mata itu. “Jadi kamu
benar-benar mencintai namja itu Minho? Cih..” ucapnya pelan tapi sinis. “Apa
kamu tau kamu hanya pelariannya? Yang dia cintai hanya Kim Keybum-ssi. Pacar
hyungnya sendiri” jelas Yuri dengan mata seolah meremehkan Taemin. Minho
membelalakan mata besarnya. “Apa maksudmu? Key?” Tanya Minho dengan nada tinggi.
Yuri hanya tersenyum mengangkat kedua bahunya. “Itu yang ku tahu.” Ucapnya yang
membuat Minho tampak linglung. Dan sedetik kemudian Minho berlari menuju
parkiran dimana ia yakin Taemin dan Kai masih ada disana.
***
“Kajima Taem, kamu tidak perlu menangisinya.” Kai
mengelus rambut Taemin yang sedang menangis. Taemin tidak menggubris perkataan
Kai. Kai hanya bisa menghelas nafas melihat namja itu terus menangisi Minho. Ia
menghapus air mata Taemin lembut dan menatapnya. ‘Kamu cantik Taemin-ah walau
sedang menangis’ pikirnya. Ia mengangkat dagu Taemin dan mendekatkan wajahnya
ke wajah Taemin. Dan sedetik kemudian dia mencium lembut bibir Taemin. Taemin
yang terkejut hanya bisa membuka matanya lebih lebar. Dan pada akhirnya, Bbuuakk! Tinjuan keras mendarat di pipi
Kai. Taemin yang terkejut hanya bisa menutup matanya.
“Jangan pernah kau sentuh Taemin dengan tangan dan
bibirmu yang kotor itu!” bentak namja itu dan menarik tangan Taemin dan keluar
dari parkiran itu.
***
Setelah lumayan jauh, namja itu melepaskan genggaman
tangannya di tangan Taemin. “Seharusnya aku melarangmu datang ke pesta itu.
Seharusnya aku datang lebih awal sehingga kamu tidak dicium oleh Kai itu” ucap
namja itu lirih sambil memegang pipi Taemin. “Gwaencana hyung.” Ucap Taemin dengan
senyuman yang dipaksakan. Namja itu terkekeh melihat Taemin yang menurutnya
lucu dengan muka yang tersenyum tetapi air mata yang terus keluar. Melihat ia
ditertawakan, Taemin menggembungkan pipinya sebal. “Yaa! Berhenti tertawa Key
Hyung!!” bentaknya. “Hahaha.. Mianhae baby.” Ujar Key sambil berusaha menahan
tawanya dan memeluk Taemin yang terlihat kedinginan. “Kau pasti kedinginan,
eum?” kata Key lembut. Taemin yang merasa kedinginan hanya mengangguk dan
memeluk balik Key sambil tersenyum. “Aigoo kyeopta! Kajja pulang.” Ujar Key
seraya mencubit pipi Taemin.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah
memperhatikan mereka berdua dari tadi saat masih di parkiran. Tangannya
mengepal. “Jadi dia yang kamu cintai, Taem?” gumam Minho seraya menahan air matanya.
***
Sudah 3 hari setelah pesta itu. Taemin melangkahkan
kakinya dengan malas di kampus ini. Sampai akhirnya dia melihat kerumunan orang
di depan papan pengumuman. Dia tertarik untuk ikut membaca ada pengumuman apa.
Dan setelah berusaha masuk di antara kerumunan orang lalu membacanya, tubuh
Taemin bergetar. Matanya mulai berair. “Hyung…” ujarnya lirih.
Akhirnya!
Choi Minho dan Kwon Yuri akan menikah! Agustus 21st 2013.
“Dua minggu lagi, eum?” kata Jinki lirih seraya
membaca selebaran di tangan Key. Key yang membacanya tidak bisa menahan
amarahnya. Dengan kasar ia meremas selebaran itu dan pergi meninggalkan Jinki
dan mencari sosok itu. Choi Minho.
***
~Flashback On~
Saat pesta berlangsung, Taemin pergi ke toilet tidak
sengaja berpapasan dengan Yuri. “Taemin-ssi? Ada yang ingin aku bicarakan. Aku
dan Minho segera menikah. Kemungkinan bulan depan. Aku harap kamu senang
mendengarnya. Pesta ini pesta menyambut hari pernikahan itu. Dengan datangnya
kamu di pesta ini, berarti kamu merestui kami. Gomawo Taemin-ssi” senyum Yuri
licik dan meninggalkan Taemin yang hanya terbengong dan menahan air matanya.
~Flashback Off~
Taemin kembali mengingat perkataan Yuri tempo hari
sambil menghela nafas. “Ternyata dia tidak bohong. Hyung.. kuharap kamu
bahagia.” Taemin meninggalkan papan pengumunan itu dengan air mata yang telah
membanjiri pipinya.
***
“YAA! CHOI MINHO!” Bentak Key yang telah menemukan
sosok Minho di taman belakang kampus. Minho yang melihat Key segera bangkit dan
hendak meninggalkannya tapi Key menghentikannya dan mereka tengah mengeluarkan
aura kebencian. “Apa benar kau telah setuju menikah dengan Yuri?” ucap Key
dengan nada tinggi. “Ya benar. Waeyo Keybum-ssi?” dengan nada penekanan di nama
Key. Mendengar itu Key naik darah. “Ya Baboya? Bukannya kau sendiri yang bilang
Yuri itu monster? Ingin meraup hartamu? Mengapa kau mau menikah dengan monster
itu?” bentak Key dengan kasar. “Setidaknya dia tidak pernah mengkhianati aku”
ucap Minho dengan dingin. Key tidak mengerti maksud Minho. “Kamu, Kim Keybum.
Yang aku anggap teman, ternyata dibelakangku kau…” – “mencintai Taemin. Itukah
yang akan kamu bicarakan Choi Minho?” suara itu memotong ucapan Minho. Sontak
Key dan Minho menoleh ke asal suara. “Jinki Hyung?” kata Minho hyung. “Apa
maksudmu?” kata Key kepada Jinki yang langsung dibalas senyuman Jinki.
“Minho, aku tahu saat kamu melihat Kai mencium Taemin.
Kamu yang hendak menghajar Kai ternyata terdahului oleh Key. Dan kamu
mengikutinya sampai mereka berhenti dan melihat Key yang memeluk Taemin begitu
pula Taemin yang membalas pelukannya. Dan kamu mengira Key dan Taemin saling
mencintai. Apa ada yang salah dari perkataanku, Choi Minho?” jelas Jinki yang
membungkam Minho dan membuat Key terbelalak mendengarnya. Jinki menatap Key
seolah berkata, ‘tenanglah baby’ sambil tersenyum.
“Kamu mencintai dongsaeng ku sejak saat kau bertemu
dengannya di kelas. Dan terus sampai sekarang. Tapi kamu tidak bisa
meninggalkan Yuri karena kamu tahu sikap monsternya yang bisa saja menyakiti
Taemin sewaktu-waktu. Dan kamu memutuskan untuk menyelamatkan Taemin dengan
meninggalkannya dan bersikap manis terhadap Yuri.” Lanjut Jinki.
“Minho-ya, asal kamu tahu, aku dan Taemin tidak ada
perasaan apapun. Aku hanya mencintai hyungnya, Lee Jinki ini” Key merendahkan
suaranya dan mendekat ke Jinki dan dibalas dengan senyuman Jinki. Minho bingung
menundukan kepalanya dan tak tahu harus bagaimana. Melihat itu Jinki tersenyum.
“Apa kau tahu Taemin menangis melihat papan pengumuman
itu?” sontak Minho mendongakkan ke arah Jinki. “Kamu dapat melihatnya sendiri,
keluarlah Taemin-ah” ucap Jinki yang membuat Key, Minho bahkan Taemin yang
bersembunyi di balik pohon terkejut. Perlahan Taemin keluar dan melihat Taemin
dengan penuh air mata di pipinya, Minho tanpa sadar dia berlari padanya dan memeluk
tubuh langsing itu. Taemin yang berada di pelukan itu kembali menangis dan
mengeratkan pelukannya.
“Mianhae Taem, saranghae..” ucap Minho dalam
pelukannya. Diciumnya bibir namja yang sangat dicintainya itu. Lembut dan
hangat.
“Nado saranghae, hyung..” balas Taemin bahagia.
Jinki dan Key yang melihat itu memutuskan meninggalkan
pasangan itu dengan senyuman. “Baby, kamu benar-benar keren” bisik Key seraya
mencium pipi Jinki. Dan Jinki membalas ciuman Key di bibirnya singkat dan
membuat Key tertunduk malu.
***
~Epilog~
Yuri tersenyum melihat pengumuman pernikahannya yang ia pasang di papan
pengumuman itu. Tiba-tiba ada tangan yang memegang pengumuman itu dan BBRRREEEKKKK di sobeknya kasar kertas
itu. Yuri membulatkan matanya melihat sosok itu. Minho dan dibelakangnya Taemin
tampak terkejut juga. Minho melihat Yuri sekilas, “Aku batalkan pernikahan
kita.” Ucapnya tajam meninggalkan Yuri yang terbengong tak percaya. Minho
menarik Taemin di dalam dekapannya. Sorakan riuh mengiringi kepergian pasangan
itu. “Gomawo hyung.” senyum Taemin mengembang menatap Minho yang sedari tadi
memeluknya. “Saranghae nae namja, jeongmal saranghae Taemin-ah.” Minho sambil
mengecup pucuk kepala Taemin. “Nado hyung.”
END